Siapakah Elite yang Goblok Bermental Maling, Pak Prabowo?


Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali melemparkan pernyataan 'panas'. Ada elite yang disebut bodoh dan bermental maling. Siapakah yang dimaksud Prabowo?

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat mengkritik kesenjangan ekonomi di Indonesia. Menurut dia para elite rakus sehingga menyebabkan kesenjangan semakin lebar.

Prabowo pun mengambil contoh soal tindakan elite yang disebutnya rakus. Hal itu bisa terlihat dari ketimpangan ekonomi dan kepemilikan lahan. Mantan Danjen Kopassus itu membeberkan data yang telah diungkapkan Syafii Maarif. Ada 80 pesen lahan dikuasai asing dan 13 persen dikuasai sedikit orang.

"Jangan - jangan karena elite kita yang goblok atau menurut saya campuran. Sudah serakah, mental maling, hatinya beku, tidak setia pada rakyat. Mereka hanya ingin kaya," ujar Prabowo saat berpidato di Gedung Serbaguna Istana Kana Cikampek, Sabtu (31/3/2018).


Lebih detil lagi, Prabowo menyebut ada elite Jakarta yang tak ia suka. Sebab kebanyakan dari elite tersebut merupakan penipu.

"Saya lihat muka elite Jakarta penuh tipu. Saya mantan komandan sejak muda. Saya terbisa baca tampang anak buah hingga saya bisa tahu tampang penipu," kata Prabowo.

Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menantang Prabowo untuk berani mengungkap siapa elite 'goblok bermental maling' yang disebutnya itu. Sebab menurutnya, pernyataan Prabowo seperti orang yang sembarang menuduh tanpa ada bukti.

"Lebih baik Pak Prabowo tunjuk hidung saja siapa elit Pimpinan yang dimaksud. Jangan menuduh orang tanpa jelas batang hidungnya. Ini seperti mengeluarkan jurus mabuk yang tak jelas mau menembak siapa. Yang dibutuhkan bangsa ini bukan hanya keinsyafan dan retorika tapi juga perlu kerja keras dan karya," kata Ace kepada detikcom, Minggu (1/4/2018).

"Upaya mengatasi ketimpangan telah terus dilakukan oleh Presiden Jokowi. Angka gini rasio dalam 3 tahun terakhir menunjukkan angka yang turun. Pembangunan infrastruktur di daerah, terutama di Indonesia Timur, terus digenjot Presiden Jokowi untuk mengurangi ketimpangan wilayah," lanjutnya.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai ada hal menarik dibalik pernyataan keras Prabowo tersebut. Sebab dari perkataan itu terlihat sosok Prabowo dari partai oposisi kembali menunjukkan taringnya.

"Kalau dikatakan elite-elite berarti pemerintah. Ini menarik. Prabowo mulai kembali aktif sebagai oposisi, ceplas-ceplos gayanya. Hanya saja yang perlu ditanyakan ke Prabowo bagaimana solusinya bila dia nanti berkesempatan menjadi pemimpin negeri," kata Hendri kepada detikcom.

"Menarik apa yang dilakukan prabowo. Selama ini terkenal sangat legowo dan memberikan kesempatan ke Presiden Jokowi untuk bekerja dengan ungkapan kasar kerasnya ini maka akan sangat baik kalau Pak Prabowo memberikan solusi," imbuhnya.
(nkn/ibh)