Politikus PDIP Arteria Dahlan Maki Kementerian Agama, Rumadi Ahmad: Betapa Sucinya Orang Ini


Anggota Komisi III dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan menyebut Kementerian Agama 'bangsat'.

Umpatan Arteria keluar saat membahas soal kasus penipuan ibadah umrah dalam rapat kerja antara Komisi III dengan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (28/3).

"Ini Kementerian Agama bangsat pak, semuanya Pak. Saya buka-bukaan," ujar Arteria.


Umpatan yang ia lontarkan menurutnya sebagai representasi dari kinerja Kemenag dalam menangani kegiatan biro umrah.

Menurutnya, Kemenag tidak berhasil dalam melakukan pencegahan terhadap keberadaan biro umrah yang berbuat curang ataupun melakukan penipuan.

Menanggapi hal tersebut, Peneliti senior The Wahid Institute yang juga merupakan Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdem), Rumadi Ahmad turut angkat bicara.

Melalui akun Twitter pribadinya @Rumadi04, dirinya mengatakan:

"Apapun alasannya ungkapan "bang**t" Arteria Dahlan ke @Kemenag_RI tak bisa diterima. Ini yg menjadikan @DPR_RI menjadi tidak terhormat.

Ya Allah, lindungi kami dari kata "bang**t" yang dikeluarkan Arteria Dahlan. Kata itu lebih tepat dialamatkan ke penilep uang masyarakat dengan dalih ibadah.

Niat baik bisa rusak dengan kata kotor Arteria Dahlan. Kalau minta dihormati, belajar menghormati orang lain.

Tak ada salahnya, Arteria Dahlan minta maaf atas kata kotornya dalam sidang orang-orang yang terhormat.

Meskipun kamu berdasi, pakaian necis, tapi mulut kotor @arteriadahlan telah menunjukkan, siapa dia sebenarnya.

Apa kamu mengira, dengan kata kotormu itu, @arteriadahlan akan menjadi pejuang? Rakyat negara dengan mulut kotor.

Kritiklah kebijakan @Kemenag_RI se-keras-kerasnya. Saya akan dukung. Tp kritik dan kata kotor adalah dua hal yang berbeda.

Saya ini bagian dari @Kemenag_RI yg dibilang @arteriadahlan "bang**t semua". Betapa sucinya orang ini", ujarnya.

Sebelumnya, Arteria Dahlan sempat melancarkan protes atas sikap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Kali ini bukan soal kinerja KPK, tapi soal tidak adanya sapaan 'Yang Terhormat' untuk dirinya dan anggota DPR lain.

Ketika diberi kesempatan bicara, Ia memprotes kelima pimpinan KPK yang sejak awal tak memanggil anggota Dewan dengan sebutan "Yang Terhormat".

Rupanya, sepanjang pimpinan KPK menjawab pertanyaan dan memaparkan hasil kerja, Arteria menunggu-nunggu dipanggil "Yang Terhormat".

"Ini mohon maaf ya, saya kok enggak merasa ada suasana kebangsaan di sini. Sejak tadi saya tidak mendengar kelima pimpinan KPK memanggil anggota DPR dengan sebutan 'Yang Terhormat'," ujar Arteria

Menurut dia, sudah sepantasnya pimpinan KPK memanggil anggota DPR dengan sebutan 'Yang Terhormat' selama rapat.

Bahkan, kata Arteria, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian dan Presiden Joko Widodo juga memanggil anggota DPR dengan sebutan 'Yang Terhormat' sebagai penghormatan.  (TribunWow/Dian Naren)