Polisi Tiongkok Bikin Penyeludup 1,6 Ton Sabu-sabu


Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri sempat kesulitan menginterogasi empat warga negara Tiongkok yang menjadi kru kapal penyelundup 1,6 ton sabu-sabu ke perairan Kepulauan Riau pada awal Februari lalu. Namun, keempat anak buah kapal berbendera Singapura itu akhirnya buka mulut setelah Bareskrim menggandeng kepolisian Tiongkok.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto mengatakan, para penyelundup narkoba itu terlihat ketakutan saat diinterogasi oleh polisi Tiongkok. Akhirnya, para penjahat narkoba itu pun buka suara.

“Mereka takut sama polisi dari China. Diperiksa, diskusi, catat, diartikan, terbuka semua sampai ketahuan transporter-nya, pengendalinya siapa, bosnya siapa," ujar Eko di Mabes Polri, Kamis (29/3).

Baca juga: Sabu-sabu 1,6 Ton Tangkapan Bareskrim dari Pulau di Myanmar

Jenderal Polru berbintang satu itu menambahkan, pemeriksaan yang melibatkan polisi Tiongkok dilakukan di kantor Ditnarkoba Bareskrim Polri. Dengan melibatkan polisi Tiongkok, Bareskrim pun memperoleh banyak informasi.

"Kemarin diperiksa tiga jam. Mereka (polisi Tiongkok) dapat perkembangan lagi yang kami sebelumnya enggak tahu,” tambah Eko.

Mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya itu itu menambahkan, jajarannya kini sudah mendapatkan nama bos dan pengendali sabu-sabu 1,6 ton itu sekaligus keberadaannya. Otaknya kemungkinan besar ada di Tiongkok.

"Dia (polisi Tiongkok) bilang kalau mereka pulang, mereka langsung bekerja mengejar pengendali dan bos," sambung dia.


Sebelumnya Bareskrim Polri dan Direktorat Jenderal Bea Cukai menangkap kapal berbendera Singapura pembawa 1,6 ton sabu-sabu berisikan empat orang warga Tiongkok. Tiga orang adalah anak buah kapal, yakni Tan Mai (69), Tan Yi (33) dan Liu Yin Hua (63). Sedangkan nakhodanya adalah Tan Hui (43).(mg1/jpnn)