PGGJ Larang Azan, Sekjen MUI: Jangan Salahkan Umat Islam Bergerak


 Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas memepertanyakan alasan Persekutuan Gereja-gereja Jayapura (PGGJ) yang melarang syiar Islam di Jayapura, Papua. Sebab, di daerah lain yang umat Islam sebagai mayoritas, tidak melakukan hal demikian kepada umat agama lain.

“Terasa aneh saja di negara yang berdasarkan Pancasila. Apa alasan mereka melakukan itu apa karena mereka mayoritas? Di Jawa Barat 98 persen beragama Islam ada nggak larangan kayak gitu, di DKI Jakarta 80 persen lebih masyarakatnya Islam ada nggak larangan kayak gitu,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Ahad (18/03/2018).

“Di Jawa Tengah, Jawa Timur, di Sumatera nggak ada. Tapi kok di Papua mereka bersikap seperti itu?” Terangnya.

Ia juga menyebutkan bahwa ada lembaga riset di luar negeri yang menyatakan bahwa tindakan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh umat Islam itu kebanyakan merupakan reaksi terhadap aksi yang terjadi sebelumnya. Ia mencontohkan adanya kamuflase KTP, pembohongan data dalam pembangunan gereja di Bekasi. Akibatnya umat Islam marah.

“Jadi ini nanti kalau umat Islam di Papua bergerak juga jangan lagi disalahkan umat Islam. Itu tindakan reaksi,” tegasnya.

Ia juga mengaku kecewa dengan sikap PGGJ. Maka, ia menghimbau kepada warga Papua jangan hanya memikirkan tentang Papua, tapi Indonesia. Menurutnya, hal tersebut bisa menjaga hubungan antar-agama di Indonesia.


“Kita jaga Indonesia dengan menjaga hubungan antar sesama,” ucapnya.

kiblat