Ombudsman Dimana Ketika Rakyat Digusur Pakai Buldoser?


Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Abdul Ghoni mengingatkan Ombudsman untuk bersikap fair terkait kebijakan Anies-Sandi.

Hal itu disampaikan Ghoni menanggapi hasil kajian penutupan jalan Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Ghoni mengaku tidak habis pikir dengan sikap Ombudsman yang menurutnya sedemikian agresif dan terkesan tendensius serta memojokkan pemerintahan Anies-Sandi.


Ghoni pun membandingkan dengan jalan-jalan umum di Ibu Kota yang juga ditutup selama bertahun-tahun tetapi tidak disentuh oleh Ombudsman. Seperti di jalan di Kedutaan Besar Inggris.

‎‎‎
‎”Ombudsman jangan sampai dianggap ikut-ikutan bermain politik,” kata Ghoni kepada TeropongSenayan, di temui di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Apalagi, kata dia, saat ini sudah masuk tahun politik menuju Pemilu 2019. Sehingga, sebagai lembaga independen Ombudsman harus lebih berhati-hati.

‎Sebab, dikatakan Ghoni, masih segar di ingatan publik, di era Gubernur DKI sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Ombudsman tidak berbuat apa-apa, seakan sedang tertidur pulas.

‎‎
“Ketika Anies berpihak dan memberi ruang hidup kepada orang-orang kecil para PKL, tiba-tiba Ombudsman ribut,” katanya.

‎Dengan begini, menurut Ghoni, sulit dihindari kesan Ombudsman seperti bangun kesiangan.

“Saat Gubernur sebelumnya, Ombudsman kemana waktu ada penyimpangan masalah Sumber Waras, Cengkareng? Kenapa tidak mau melakukan kajian?. Giliran sekarang (kebijakan) buat wong cilik (PKL) kok kalian ributin?,” ucap Ghoni penasaran.‎

“Orang berpikir, Ombudsman ini kenapa sekarang beringas ke Anies? Di mana kalian sebelumnya ketika rakyat digusur pake Buldozer?,” cetus Ghoni.‎



‎”Ingat, rakyat tidak rela, pemimpin yang jelas-jelas berpihak kepada rakyat justeru diganggu dan dipojokkan bahkan diancam. Rakyat sekarang sudah melek informasi. Jangan paksa publik berkesimpulan kalian dzolim dan jahat ke Anies,” ujar Ghoni mengingatkan. [teropongsenayan]