Nizar ke Sekjen PSI: Jangan dungu, hanya orang berakal paham pidato Prabowo


Pidato Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto membuat semua orang terperanjat. Apalagi pidato tersebut didasarkan atas sebuah novel kelas dunia.

Ketua Umum PP Satria Gerindra, Moh Nizar Zahro mengatakan bahwa hanya orang-orang yang berakal saja, yang mampu menangkap pesan yang ingin disampaikan oleh Prabowo. Sementara orang bebal dan dungu hanya bisa mengejek membabi-buta.

Seperti yang disampaikan oleh Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni yang mengatakan data Prabowo berasal dari kandang kuda.

“Jelas merupakan sikap bebal dan dungu karena tidak menyimak secara utuh pidato Pak Prabowo. Karena jelas sekali, Pak Prabowo mengatakan bahwa pidatonya didasarkan atas novel Ghost Fleet karya PW Singer, ujar Anggota Komisi X DPR RI ini,” kata Nizar, melalui keterangan tertulisnya, Senin (26/3).

Nizar pun meminta agar Sekjen PSI harus membuka mata bahwa bangsa asing sudah menelanjangi Indonesia melalui karya novel yang katanya fiksi itu.

“Orang selevel PW Singer yang merupakan ahli strategi dan kebijakan pertahanan Amerika Serikat, pasti memiliki data akurat dalam prediksinya perang terbuka antara AS versus China,” kata Nizar.

Meskipun novel tersebut berjenre fiksi, Nizar mengatakan, tidak ada salahnya sebagai bangsa waspada, jangan sampai prediksi PW Singer menjadi kenyataan.

“Kita pasti menyadari bahwa persaingan antara AS versus China bukan isapan isu semata. Itu ada riil,” tukas Nizar.

Masih kuat di ingatan, bagaimana dahulu Presiden AS Barack Obama meninggalkan ruangan saat Presiden Jokowi akan menyampaikan pidato di KTT Perubahan Iklim di Perancis pada 2015. “Itu adalah bentuk tidak simpatik AS atas posisi Indonesia yang cenderung merapat ke China,” tukasnya.

“Sekadar nasihat untuk Sekjen PSI, bukalah mata anda. Jangan seperti katak dalam tempurung yang memberi pernyataan bagaikan orang dungu,” ujar Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur XI ini. (*/ls)

swamedium