Kisah Haru Antarkan Beras Indonesia ke Gaza, Penuh Derai Air Mata


Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin mengatakan, banyak sebab pecahnya tangisan. Namun ia hanya membahas tangisan yang membangun semangat, membangkitkan energi.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) dirancang dengan keyakinan besar, untuk hal-hal besar, dan bergantung pada pertolongan Yang Maha Besar. Dengan demikian, semua kesulitan tak perlu jadi penghalang langkah.

"Saya kerap mengingatkan kawan-kawan, ACT tak punya tempat untuk membahas kesulitan. Kesulitan melaksanakan hal baik untuk umat, sebuah keniscayaan. Distribusikan di antara tim kita, cukup tiga perkara: solusi, apresiasi, dan semangat," katanya melalui siaran persnya kepada JawaPos.com, Jumat, (30/3).


Termasuk kabar membahagiakan pada Senin, (26/3) sore kemarin. Beras Indonesia tiba di Gaza.

Mitra ACT di sana bersyukur sekali. Wajahnya berkaca-kaca. Beras ekspor dari Indonesia, dengan karung 'made in Indonesia' turun dari Kapal Kemanusiaan Palestina di pelabuhan yang terpaksa harus melalui Ashdod, Israel, lalu ke Gaza.

Direktur Global Humanity Response (GHR) ACT Bambang Triyono mengabarkan masuknya beras Indonesia ke Gaza dengan sangat ekspresif.

"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar! Sujud syukur, alhamdulillahirabbil'alamiin. Allah Maha Besar, Allahu Maha Pengatur Siasat, Wa Allahu Al Musta'an," teriak Bambang.

Ia mengungkapkan, banyak orang meragukan ACT bisa mengirim beras untuk saudara-saudara di Gaza. Banyak yang sangsi, muslimin Indonesia bisa menyampaikan beras untuk rakyat Palestina di Gaza. "Ya! Ini sebuah pencapaian, layak kita syukuri."

Energi yang dirasakan menjalari diri-diri kami, menyetrum sendi-sendi lembaga ini. Semua dada keluarga besar ACT bergemuruh.

"Sore ini waktu Gaza, beras kita, beras Indonesia ada di genggaman saudara-saudara kita di Gaza. Tidak henti kami, tim GHR, bersyukur," kata Bambang.

Bambang melanjutkan, bukan hanya ia dan Diba, staf GHR yang sama-sama mendengar kabar itu pertama kali dari Gaza sampai meneteskan air mata.

"Bahkan mitra kita juga menyampaikan kabar menggembirakan dan menyemangati ini dengan terbata-bata dan meneteskan air mata."

Mitra kita ini, kata Bambang, di sela getar laporannya mengatakan, beberapa orang di Gaza sendiri pun meragukan, bahkan orang Indonesia yang ada di Gaza menyatakan hal yg sama.

Aliran beras itu, berkat kehendakNya lancar menuju Gaza dalam beberapa kali pengiriman. Hari Senin masuk empat kontainer sebanyak 100 ton, Selasa masuk enam kontainer sebanyak 150 ton, hari Rabu delapan kontainer sebanyak 200 ton sehingga sudah masuk sampai Rabu 28 Maret, sebanyak 450 ton. Alhamdulillah.

"Benar, ini semua kehendak Allah semata," ujar Bambang.

(met/JPC)