Kader Demokrat Mulai Ngerem Komentar Soal TGB. Ada Apa???


Polemik keberadaan buzzer jahat yang diduga milik Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) dan rekam jejak TGB di Partai Demokrat masih menjadi kontroversi yang belum terjawab.


Belakangan di media sosial banyak yang mempertanyakan posisi TGB sebagai Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, pasalnya sebelum di Demokrat TGB sempat menjadi kader PBB. Isu dugaan buzzer jahat juga jadi topik pembicaraan media sosial.

Terkait Hal ini, kader Demokrat di Senayan memilih menjawab pertanyaan lain dibanding soal polemik tersebut. Semisal Dede Yusuf, Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Demokrat yang enggan menjelaskan terkait fenomena buzzer jahat dan rekam jejak TGB. Ia mengaku tidak mengerti soal itu.

"Saya enggak ngerti soal TGB. Jangan tanya saya," kata Dede Yusuf saat ditemui, Jumat (30/3).

Sejurus dengan Dede, Muslim juga menghindari pertanyaan soal TGB. Ia menilai masalah tersebut terlalu sensitif unutk dibicarakan.

"Aduuuh, masalah TGB ini terlalu sensitif, tanya soal lain saja," kata wakil rakyat dari Dapil Aceh II itu.

Di kesempatan yang berbeda, Juru Bicara Partai Demokrat Ferdinand Hatahaean angkat bicara mengenai sikap kader Demokrat Senayan yang enggan dikonfirmasi terkait fenomena TGB.

Menurutnya, seluruh kader partai termasuk yang duduk di DPR/MPR sepakat untuk tidak mengomentari isu TGB. Untuk isu lain Ferdinand mempersilahkan untuk bertanya.

Namun soal TGB Ferdinand kembali mengingatkan untuk sementara waktu kader Partai Demokrat tidak dapat berkomentar. Begitu juga soal dorongan pendukung TGB yang meminta Gubernur Nusa Tenggara Barat itu diusung partai sebagai Capres/Cawapres serta peluang Partai Gerindra yang ingin memasangkan TGB dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

"Kita sudah bersepakat untuk tidak mengomentari isu TGB. Jadi silahkan isu yang lain saja, untuk TGB kami tidak berkomentar dulu," kata Ferdinand saat dihubungi.  [nes]




rmol