Jokowi Tandatangani Izin Impor Garam Industri 3,7 Ton, Fadli Zon: Negeri Maritim, Eh Ironis


Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menanggapi keputusan pemerintah yang menyepakati adanya impor garam.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter pribadinya @fadlizon, tanggapan itu ia tuliskan, Jumat (16/3/2018).

Diketahui, pemerintah telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) terkait impor garam industri.


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, aturan tersebut sudah ditandatangani oleh Presiden Jokowi dan tinggal menunggu penomoran dari Sekretariat Negara.

"Memang sudah diteken PP-nya oleh presiden, sebagai kepala pemerintahan. Kewenangan memberi rekomendasi untuk impor garam industri itu adalah kewenangan Menteri Perindustrian," ujar Darmin di kantornya, Jumat (16/3/2018).

Sebab dari dikeluarkannya PP ini adalah desakan dari pelaku industri, khususnya industri makanan dan minuman kekurangan pasokan garam untuk keperluan produksi.

Dilansir dari KONTAN pada 13 Maret 2018, lebih dari 21 industri pengguna garam dilaporkan berhenti produksi akibat kekurangan bahan baku garam industri.

Regulasi ini menurut Darmin akan memperjelas kewenangan Menteri Perindustrian dan menghapus kewenangan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk memberikan rekomendasi terkait impor garam industri.

Sebab, dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam, rekomendasi impor garam untuk kebutuhan industri memerlukan rekomendasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Setelah PP itu terbit, keputusan untuk mengimpor 3,7 juta ton garam industri tinggal menunggu izin Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Sebelumnya, Kemperin telah memberikan data kebutuhan garam bagi industri. Berdasarkan data tersebut total kebutuhan garam industri selama tahun 2018 sebesar 3,7 juta ton.

Darmin mengatakan, hingga akhir tahun nanti, impor akan dilakukan secara bertahap oleh perusahaan-perusahaan yang akan mengimpor garam industri.

"Selisih antara 3,7 juta ton dengan 2,37 juta ton. Itu nanti sisanya sampai sampai akhir tahun, bertahap," katanya.

Menggapi hal itu, Fadli Zon ,memberikan kritik pedas untuk Jokowi.


Fadli Zon menyebut keputsan tersebut sangat ironis di wilayah yang memiliki laut seluas Indonesia.

Fadli Zon juga menyebut Indonesia merupakan negara maritim.

"Di negeri maritim dg panjang laut yg panjaaaang sekali, eh kita impor garam. Ironis. Inilah #paradoksIndonesia," cuitnya.




Tribunnews