Jajaran Kemenag Marah atas Makian 'Bangsat' Arteria Dahlan


Politisi PDIP Arteria Dahlan memaki Kementerian Agama dengan kata 'bangsat'. Jajaran Kemenag pun tidak terima atas makian tersebut.

"Sejak sore tadi (kemarin) saya banyak sekali menerima ungkapan kemarahan dari jajaran Kemenag dari berbagai daerah atas adanya ungkapan tersebut," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (29/3/2019).


Bahkan Lukman sempat mempertanyakan kosakata 'bangsat' oleh Arteria yang dialamatkan oleh jajaran Kemenag. Lukman mempersilakan masyarakat menilai penggunaan kosakata 'bangsat' oleh Arteria kepada pemerintah.

"Silakan rakyat menilai sendiri pilihan kosakata yang digunakan oleh salah seorang wakilnya itu," ujarnya.

Perlu diketahui, Arteria meminta kejaksaan turun tangan menindak travel umrah bodong pada RDP dengan Kejaksaan Agung di Senayan, Rabu (28/3) kemarin.

"Yang dicari jangan kayak tadi Bapak lakukan inventarisasi, pencegahannya, Pak. Ini Kementerian Agama bangsat, Pak, semuanya, Pak!" tuding Arteria.


Arteria mengaku pernah mengucapkan hal serupa ke Kementerian Agama. Dia tak terima jika Kemenag seolah-olah menyalahkan masyarakat yang tertipu travel umrah bodong. Arteria juga menyalahkan Kementerian Pariwisata.

"Saya ngomong saja. (Pak Menteri Agama) bilang, 'Makasih, Pak Arteri'," ucapnya.

"Mana ada di republik ini publik disalahkan, 'Kok kalian percaya biaya haji umrah murah? Ya terang aja kalian ditipu.' Itu yang saya katakan sakit. Negara harus hadir di sini, Pak," sebutnya sembari menyinggung nama-nama agen travel umrah, seperti Abu Tours dan First Travel.

Sementara itu, Komisi VIII DPR selaku mitra kerja Kemenag menyampaikan pembelaan atas tudingan dari Arteri.

"Saya yakin Kementerian Agama punya iktikad yang kuat untuk menyelesaikan persoalan penyelenggaraan umrah yang bermasalah itu," kata Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily.

Ace menyebut solusi penetapan tarif dasar umrah sebesar Rp 20 juta adalah salah satu contoh kinerja baik Kemenag. Menurutnya, hal itu memang sebaiknya diatur demi kepentingan umat agar tak lagi tertipu biro travel perjalanan umrah.

Sebab, menurut Menag Lukman Hakim Saifuddin, maraknya penipuan ibadah umrah lantaran banyaknya kalangan bawah yang ingin berangkat. Dengan penetapan biaya dasar itu, diharapkan dapat menekan tipuan iming-iming biaya umrah murah terhadap kalangan bawah.
(tfq/rna)

detik