Hapus Literasi Arab, Pemerintah Ganti Logo “Halal” Dengan Tulisan Cina


Pemerintah daerah Otonom Ningxia Hui di wilayah Barat Laut Cina dilaporkan telah mewajibkan mengganti tulisan “halal” bahasa Arab dengan huruf Pinyin dalam label makanan atau restoran, serta merekonstruksi bangunan-bangunan bergaya Islam di wilayah tersebut.

Dilansir Global Times dari warga di Wuzhong dan Yinchuan pada hari Senin (26/03) mengatakan, “Pemerintah daerah kini mewajibkan restoran dan kedai makanan untuk mengganti label halal berbahasa Arab dan Cina pada makanan dengan karakter huruf Cina baru.”

Label baru termasuk karakter Cina untuk “makanan halal” dan pinyin “NING XIA” dan “QING ZHEN SHI PIN” di atasnya.

Pemerintah Ningxia mewajibkan seluruh pemilik usaha makanan dan minuman untuk segera mengganti atau menutupi label halal dalam makanan secepatnya, menurut akun WeChat publik “islamRay.”

Di jagat dunia maya, beredar foto-foto yang menunjukkan pemberitahuan di supermarket di Yinchuan berisi sejumlah produk makanan telah dikeluarkan dari rak untuk menggantikan label makanan halal.

Seorang karyawan di Asosiasi Islam Ningxia yang berbasis di Yinchuan mengatakan kepada Global Times bahwa kebijakan kkonteroversial ini tidak terlalu berpengaruh pada kehidupan sehari-hari mereka, tetapi menolak berkomentar lebih jauh.

Dalam beberapa tahun terakhir, Ningxia telah menjadi pusat kontroversi atas kecenderungan pan-Islam karena beberapa ahli menyarankan pemerintah Ningxia harus mengambil langkah-langkah terhadap kecenderungan pan-halal dan pemikiran Islam yang dipengaruhi oleh teologi umum di negara-negara Arab, yang disebut sebagai Arabisasi .

Mengubah label makanan halal bukanlah kebijakan satu-satunya pemerintah Ningxia.

Netizen mulai memposting gambar dari program rekonstruksi pada Sino-Arab Axis pada 17 Maret, dan beberapa menyambut langkah itu.

Sino-Arab Axis adalah tempat indah di Yinchuan yang dibangun pada tahun 2016 untuk memperingati hubungan baik antara Tiongkok dan dunia Arab. Di sana terdapat patung bulan sabit dan paviliun bergaya Arab disandingkan dengan arsitektur tradisional Cina. (gbl/ram)


eramuslim