Gagal Pemahaman "Muslimah" Pemelihara Anjing


By: Lestari Ningsi

Apa yg anda pikirkan ketika melihat berita online dgn judul " Muslimah Bercadar yang Pelihara 11 Anjing" ? Penasaran dan langsung klik beritanya kan? Setelah dibaca beritanya terkesan argumen dari wanita itu sangat rasional dan berperi-kehewanan. Dengan dalih hobi, kasihan dan sang suami adalah animal lovers si wanita ini seakan ingin orang lain menerima sekaligus membenarkan perbuatan tsb. Pernyataannya pun cukup rasional dgn berkata " Islam itu agama yg mudah. Saya tau anjing itu najis, tp kan Allah jg ksi tau cara mensucikannya, jd kalau sy mau sholat sy sucikan dlu br sholat".

Hmmm,,rasa-rasanya sy tdk bs membayangkan betapa repot dan rempongnya wanita ini. Coba ibu2 yg punya balita dan sedang toilet trainning kemudian anaknya pipis berkali2 di lantai dan itu adalah najis sedang, cukup di pel lantainya sj itu sdh sgt menguras energi. Apalagi ini najis berat yg harus dibersihkan pakai tanah dan air berkali2 dlm sehari. Jgn dibayangkan krn susah bayanginnya bu..

Orang yg masih waras pasti akan berkomentar "pakai cadar kok pemahamannya nyeleneh gitu, anak SD sj tau anjing itu najis dan ga boleh dijadikan peliharaan kecuali untuk berburu, memelihara tanaman dan ternak". Hadistnya jelas, dari Ibnu Umar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda " Barang siapa memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak maka amalannya akan berkurang setiap harinya sebanyak dua qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud)." (HR Muslim).

Lalu apa tujuan dari wanita bercadar ini? Apakah hanya sekedar sensasi menjadi populerkah? Atau ada opini yg ingin dikampanyekan? Jawabannya bisa jadi keduanya benar. Mari kita lihat sejenak perkembangan Umat Islam akhir-akhir ini. Ternyata muslim Indonesia perlahan namun pasti mulai menjadikan Islam sebagai life style yg kekinian. Ada trend hijrah di kalangan artis, trend hijab plus cadar yg booming, terbentuknya komunitas Islami seperti #yukngaji, #indonesi_tanpa_pacaran, #indonesia_tanpa_riba, #X_bank dan masih banyak lagi. Kemunculan berbagai fenomena Islami ini membuat para kaum liberal dan musuh-musuh Islam mulai cemas sehingga berbagai cara dilakukan untuk melecehkan Islam. Salah satunya melalui wanita bercadar ini. Pemikiran sesat yg ingin diopinikan adalah bahwa boleh bercadar dan boleh juga melakoni hobi yg diharamkan dalam Islam. Ini sangat berbahaya karena ada aroma liberalisasi yg busuk menyengat menusuk ditengah-tengah umat.

Wanita yg berlabel Muslimah sejati pasti akan menjadikan hukum syara sebagai tolak ukur perbuatannya sehari-hari, bukan berdasarkan perasaan atau hanya sekedar hobi. Karena perasaan dan hobinya pasti akan tunduk pada aqidah Islam dan aturan serta sistem hidup yg terpancar dari aqidah tsb.

Sesungguhnya musuh-musuh Islam itu tidak pernah berhenti membuat makar untuk umat ini. Dan kita tidak pernah tahu dari arah mana kita akan diserang. Masihkah kita bersantai dgn musuh yg sdh di depan mata? Atau turut ambil bagian dalam barisan perjuangan? Wallahu a'lam..