DiTuding Maladministrasi Tanah Abang. Begini Reaksi Anies


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak ingin merespon secara parsial terkait laporan Ombudsman RI Perwakilan Jakarta soal penataan Tanah Abang. Saat ini, Pemprov DKI Jakarta sedang mengkaji laporan tersebut untuk memutuskan tindaklanjut.

"Kita tidak ingin merespons parsial, kita akan respons lengkap kiat menghargai dan institusi Ombudsman rekomendasinya adalah rekomendasi yang kredibel. Karena itu kita akan review, lihat satu-satu dan dari situ kita kemudian lakukan tindaklanjut," ujar Anies di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (28/3).

Dia juga tak ingin menanggapi tudingan Ombudsman yang menyebut kebijakannya mal administrasi. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu berjanji untuk menanggapi laporan secara lengkap setelah kajian dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) rampung.

"Tidak perlu ditanggapi, nanti kita lihat satu-satu, tidak ada tanggapan atas satu kata. Kita menaggapi lengkap karena ini adalah laporan lengkap," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku sudah mulai menyelesaikan penataan tahap kedua untuk Tanah Abang. Dirinya berencana merevitalisasi Pasar Blok G dan membangun skybridge.

"Sekarang kita mau masuk ke tahapan kedua insya Allah tidak terlalu lama lagi yang Pasar Blok G bisa tersolusikan," kata Sandi di gedung Kementerian Pertanian, Rabu (28/3).

Menurutnya, usulan yang diberikan Ombudsman Jakarta pada Pemprov DKI Jakarta adalah solusi yang konkrit dan memang yang tengah direncanakan Pemprov DKI Jakarta dengan tetap memperhatikan lapangan pekerjaan. "Justru kita terimakasih ada perhatian khususbuat PKL dan lapangan kerja," tuturnya.

Sebelumnya, Ombudsman Jakarta menemukan mal administrasi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta karena menutup Jalan Jatibaru untuk para PKL. Lembaga tersebut pun menuntut Anies untuk segera mengembalikan fungsi jalan itu dalam waktu paling lambat 60 hari.

(yes/JPC)