Calon Tunggal Selalu Mulus, Bukti DPR Dukung Penuh Jokowi


Langkah Perry Warjiyo menuju kursi Gubernur Bank Indonesia (BI), tanpa halangan. Kemarin sore, Komisi XI DPR secara aklamasi menyetujui usulan Presiden Jokowi menujuk Perry menjadi orang nomor satu di BI.


Pemilihan Perry berjalan lebih awal dari yang ditentukan. Mulanya, penentuan nasib pencalonan Perry akan diambil pada Rabu malam. Berkat paparannya yang meyakinkan saat fit and proper test di hadapan para anggota Komisi XI, pemilihan dimajukan. Sekitar pukul 5 sore, Komisi XI sudah berhasil membuat keputusan.

Dalam pengambilan keputusan itu, sebanyak 36 anggota dari 10 fraksi yang hadir memutuskan tidak melakukan voting. Semuanya bulat menyetujui Perry sebagai Gubernur BI untuk menggantikan Agus Martowardojo.

“Kita putuskan secara musyawarah dan musyawarah dan mufakat, 10 fraksi memilih Gubernur BI Perry Warjiyo,” kata Ketua Komisi XI Melchias Markus Mekeng.

"Harapan kami, BI bisa jaga stabilitas rupiah dan inflasi agar lebih baik lagi. Karena, jika di kurs ada gangguan, kita langsung panik, padahal ekonomi kita sedang sehat. Saya harap demikian," tambah politisi senior Golkar ini.

Anggota Komisi XI Maruarar Sirait gembira dengan keputusan ini. Kata politisi muda PDIP ini, persetujuan DPR terhadap Perry menunjukkan dukungan yang kuat dari parlemen terhadap Presiden Jokowi.

Kata dia, sudah tiga calon tunggal pejabat yang diajukan Jokowi ke DPR disetujui secara aklamasi. Dalam pergantian Kapolri, Presiden mengajukan calon tunggal Tito Karnavian dan Komisi III menyetujuinya secara aklamasi. Kemudian, saat mengajukan calon tunggal Panglima TNI, Komisi I menyepakati Hadi Tjahjanto secara musyawarah mufakat.

"Lalu, Pak Jokowi mengajukan calon tunggal Bubernur BI Perry Warjiyo. Hari ini (kemarin, red), Komisi XI menyetujuinya secara aklamasi," tutur politisi yang akrab disapa Ara ini.

Kata Ara, hal tersebut membuktikan bahwa hubungan dan dukungan parlemen terhadap Jokowi cukup baik. Itu juga menunjukkan stabilitas politik dalam negeri berjalan adem.

"Ini semua menunjukkan bahwa Pak Jokowi mampu menjaga stabilitas politik dalam negeri. Setiap calon pejabat yang diusulkan Jokowi selalu disetujui DPR dengan aklamasi. Ini akan baik bagi bangsa ini," jelasnya

Dalam fit and proper test, Perry memaparkan arah kebijakan yang akan dilaksanakannya. Kata dia, sebagai bank sentral, BI perlu menjaga independensi dan stabilitas. BI juga memiliki peran untuk menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan itu perlu dilakukan untuk mendukung ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Dia menjelaskan, sejak periode 2015, proses perbaikan ekonomi Indonesia terus berlangsung. Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi nasional tercapai 5,07 persen dan tahun ini ditargetkan 5,1-5,5 persen. Cadangan devisa nasional saat ini masih di kisaran 128 miliar dolar AS, yang masih cukup untuk menjaga ketahanan ekonomi dan stabilitas makro ekonomi, juga nilai tukar rupiah.

Untuk mendorong pertumbuhan kredit, Perry akan berkoordinasi dengan Pemerintah. Selanjutnya, BI akan melonggarkan kebijakan makroprudensial untuk kredit otomotif dan perumahan.

Dalam kesempatan itu, Perry juga menjelaskan sejumlah tantangan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Dari luar negeri, tantangan itu seperti proteksionisme yang dilakukan sejumlah negara maju yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi dan keuangan global.

"Proteksionisme ini turut memengaruhi ketidakpastian global di samping harga minyak. Ini jadi tantangan yang akan disikapi BI," jelasnya. [ian]


rmol