Cacing Anisakis Tidak Muncul Jika SOP BPOM Dijalankan


Cacing anisakis yang terkandung dalam ikan makarel kaleng tidak hanya membuat mual atau demam usai dimakan. Namun juga bisa membuat penderita asma kumat.


Begitu jelas pengamat bahan dasar dan mutu makanan dari IPB, Purwiyatno Hariyadi dalam diskusi di Kawasan Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (31/3).

"Bisa mual/ demam 1 hingga 2 jam setelah makan, dan asma,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa keberadaan cacing dalam ikan kemasan ini sebenarnya bisa dihindarkan, jika produksi ikan kaleng itu melewati proses pemanasan dan pendinginan sesuai standar operasi prosedur (SOP) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sehingga para konsumen tidak menderita berbagai penyakit yang bisa ditimbulkan cacing anisakis itu.

“Asma sih mungkin terjadi, tapi ini kecil sekali jika ikan makerel ini sudah dipanaskan dan dibekukan sesuai SOP dari BPOM, jadi kecil kemungkinannya (ada cacing anisakis),” urainya.

Untuk itu, Purwiyatno meminta pihak pemerintah dan produsen untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan ini, agar pihak produsen tidak gulung tikar dan menyebabkan pemutusan hubungan kerja besar-besaran.

“Termasuk agar masyarakat dapat kembali tenang dalam mengonsumsi iklan makarel dalam kaleng,” tukasnya. [ian]

rmol