Banyak Pengangguran Tapi Pekerja Asing Menyerbu, Pemerintah Langgar Konstitusi!


Keadilan sosial seperti dalam sila kelima Pancasila akan cepat tercapai jika kedaulatan pangan sudah terpenuhi.


Kalau hari ini kita masih impor daging, gula dan lain-lain, kalau pangan saja tidak berdaulat, sulit sekali untuk kita adil. Makanya kita harus berdaulat secara pangan dulu," kata Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Demikian disampaikan Zulkifli saat memberi sambutan sambutan di acara Rapimnas I Ikatan Keluarga Alumni Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (IKA-BKPRMI), di Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (31/3).

Menurut dia, tercapainya kedaulatan pangan merupakan tanggungjawab dari pemerintah karena memang sudah diamanatkan oleh konstitusi.

Tugas pemerintah yang sudah diamanatkan oleh konstitusi menurutnya sangatlah banyak. Contoh lain, menjamin semua warga negara bisa mengenyam pendidikan yang layak.

"Kalau ada anak-anak kita di kampung dan di desa-desa, tiba-tiba di DO (drop out) karena tidak mampu membayar uang sekolah, yang salah negara. Itu negara melanggar konstitusi," tegasnya.

Begitu juga dengan terciptanya lapangan tenaga kerja bagi semua warga negara, agar mendapat kehidupan yang layak.

"Kalau ada banyak pengangguran, tapi ada banyak tenaga kerja asing (TKA) dari Tiongkok masuk. Itu pelanggaran konstitusi," tutup Zulkifli. [rus]


rmol