38 Orang Ditentapkan Tersangka, Ketua DPRD Sumut: Belum Tentu Bersalah


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menetapkan 38 orang sebagai tersangka kasus dugaan suap mantan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho. Para tersangka merupakan anggota dan mantan anggota DPRD Sumut.

Ketua DPRD Sumut Wagirin Amran pun angkat bicara atas kasus tersebut. Ia meminta kepada masyarakat utnuk tetap menjada kondusititas setelah penetapan tersangka.

"Saya hanya ingin berpikir, bertindak dan berkeyakinan. Istilahnya praduga tak bersalah. Tersangka itu kan belum tentu bersalah," kata Wagirin di Kota Medan, Sabtu (31/3).

Sejauh ini, Wagirin belum melihat langsung surat dari KPK karena masih berlibur. Namun, dia percaya surat itu benar adanya. Ditanyai soal langkah DPRD Sumut untuk menyikapi anggotanya yang menjadi tersangka, Wagirin hanya menjawab normatif.

"Kami menunggu. Kami percayakan, yang penting tidak terganggu kinerja dewan. Kami akan mengantisipasi bagaimana tugas-tugas dewan tidak terganggu akibat itu," jawab Wagirin.

Sebelumnya, beredar surat dari KPK soal penetapan tersangka baru atas kasus dugaan suap mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. Penetapan itu disebut-sebut tindak lanjut pemeriksaan teranyar di Mako Brimob Polda Sumut beberapa waktu lalu.

Adapun mantan anggota DPRD Sumut yang menjadi tersangka, kini menjabat anggota DPD RI. Adalah Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M. Yusuf Siregar, Muhammad Faisal, Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, dan Mustofawiyah.

Kemudian ada nama Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah dan Tahan Manahan Panggabean.

(pra/JPC)