Usai Periksa Ahok Soal Reklamasi. Begini Penjelasan Polda Metro Jaya


Polda Metro Jaya ternyata telah memeriksa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait perannya dalam kasus reklamasi Pulau C dan D di Teluk Jakarta. Disebutkan, Ahok diperiksa di rumah tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, awal Februari lalu.

“Pihak Ahok sudah, di Mako Brimob kita periksa, sudah,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Adi Deriyan, Senin (26/2).

Adi menuturkan, ada sekitar 20 pertanyaan yang diajukan ke Ahok. Dia juga mengakui, Ahok diperiksa terkait kebijakan yang diambil pada masa kepemimpinannya terkait proyek reklamasi di Jakarta Utara.

Adi juga mengaku, polisi masih menyelidiki dugaan terjadinya pelanggaran di pulau reklamasi dengan mempelajari proses yang telah berjalan maupun belum oleh proyek itu.

“IMB (Izin Mendirikan Bangunan) nya kan belum dikeluarkan. Ini yang juga kita gali, kenapa IMB itu tidak dikeluarkan,” ucap Adi.

Sampai saat ini, kata Adi, kepolisian telah memeriksa sekitar 42 saksi, terdiri dari pejabat Pemerintah DKI Jakarta dan kementerian terkait untuk mencari pelanggaran dalam kasus ini.

Ke depannya, polisi juga bakal mengambil keterangan dari Djarot Saiful Hidayat, yang juga pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta itu.

“Pak Djarot belum (diperiksa). Pak Djarot kan lagi sibuk Pilkada,” kata Adi.

Sejauh ini, Adi menyebutkan, berdasarkan data-data yang ada, pihaknya belum menemukan pelanggaran dalam proyek reklamasi tersebut.

“Semua data lengkap, tahapannya ada, hak dan kewajiban baik. Itu hak pengembang dan kewajiban pengembang ada. Begitu pula dengan hak dan kewajiban dari pemerintah daerah masa Ahok, ada dan terdokumentasikan,” ujar Adi. (*/ls)


Swamedium