Setelah Heboh Baca Pancasila, Giliran Gun Romli & Jamaah Banser Nyanyi-nyanyi saat SAI, ini tanggapan MUI dan reaksi Keras Arab Saudi serta Klarifikasi KBRI


Saat menjalankan ibadah umrah, Guntur Romli mengunggah video dengan lantunan "Yaa Lal Wathan". Politikus Partai Solidaritas Indonesia itu melantunkannya di sela-sela Sai (berjalan dan berlari-lari kecil pulang-pergi tujuh kali dari Safa ke Marwa dan sebaliknya) --salah satu rukum umrah dan Haji--.


"Selain bacaan-bacaan saat Sai, Jamaah Sorban (anSOR BANser) juga gelorakan Ya Lal Wathan...Indonesia biladi... Indonesia Negeriku... di Masjidil Haram Makkah," cuit Guntur Romli di akun Twitternya, Sabtu (24/2).

Gerakan Pemuda (GP) Ansor merupakan organisasi kepemudaan yang berafiliasi pada Nahdlatul Ulama (NU). Sementara Banser atau Barisan Ansor Serbaguna adalah badan otonom dari GP Ansor.

Video itu lantas mendapat respons prokontra. Beberapa pihak menilai ibadah yang dilakukan Guntur tidak sah.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia Cholil Nafis berpendapat, lantunan itu sah-sah saja dilakukan. Sebab menurutnya, dalam menjalankan Sai, tidak ada kewajiban atau syarat bacaan tertentu.

"Yang penting melakukan jalan tujuh kali antara bukit Safa dan Marwa. Cuma yang lebih afdal dan sesuai dengan ibadah itu mengucap zikir dan doa serta tak mengganggu orang lain yang sedang beribadah dengan suara kerasnya," ujar Cholil dalam keterangan tertulis, Selasa (27/2).

Menurut Cholil, sebaiknya, dalam menjalankan ibadah umrah, dia mengimbau masyarakat untuk khusyuk, berzikir, dan menghindari banyak publikasi agar dijauhkan dari sifat pamer atau riya.

"Tidak ada larangan, cuma membaca syair itu tak pada tempatnya," tuturnya.

Umat Islam di tanah air kaget dengan heboh munculnya video tentang jamaah umrah Indonesia yang melakukan Sa'i (rukun umrah/haji) di Makkah sambil menyanyi lagu Syubbanul Wathon.

Video yang muncul di Youtube tersebut diunggah oleh akun Travelia Alakbar pada 24 Februari 2018.

Protes Keras

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dikabarkan protes keras kepada Dubes RI atas kejadian Sa'i sambil nyanyi yang dilakukan jama'ah umroh dari Indonesia. Sebelumnya juga heboh jamaah umroh Indonesia ikrar membacakan Pancasila.

Terkait kejadian sa'i sambil nyanyi dan kabar protes keras pemerintah Arab Saudi tersebut, pihak Pensosbud KBRI Riyadh menyampaikan klarifikasi informasi.

Berikut klarifikasi informasi yang beredar di WAG dan disampaikan oleh Azzam M Izzulhaq yang menyoroti masalah ini:

Klarifikasi Informasi

Merujuk pesan Whatsapp berantai yang menyatakan bahwa Dubes RI untuk Arab Saudi, Bapak Agus Maftuh Abegebriel telah menerima protes keras dari Pemerintah Arab Saudi terkait fenomena jemaah Indonesia yang melantunkan Ikrar Pancasila dan Nasyid Ya Lal Wathan ketika melakukan ibadah Sa'i, bersama ini disampaikan klarifikasi sbb:

1. Sebagai Pelayan Ekspatriat Indonesia (Mughtaribin) di Arab Saudi, Dubes RI, Bapak Agus Maftuh Abegebriel sangat menyayangkan terjadinya aksi yang “tidak biasa” di Mas'a (tempat melakukan ibadah Sa'i) yang dilakukan oleh segelintir jamaah umrah Indonesia;

2. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, tugas perlindungan seluruh Ekspatriat Indonesia yang tinggal (muqimin), umrah, haji atau yang sedang berkunjung ke di/ke Arab Saudi menjadi tanggung jawab Perwakilan RI di Arab Saudi.

3. Jika ada Ekspatriat Indonesia di Arab Saudi yang melakukan tindakan di luar kepatutan dan norma-norma yang berlaku, maka secara diplomatik yang akan diprotes pertama kali oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi adalah Dubes RI sebagai Pelayan Ekspatriat Indonesia di Arab Saudi;

4. Aksi di Mas'a tersebut berpotensi untuk mengganggu hubungan diplomatik Indonesia - Arab Saudi yang saat ini sedang berada di masa keemasan;

5. Kepada seluruh Ekspatriat Indonesia yang sedang atau akan berkunjung ke Arab Saudi, dihimbau untuk mematuhi peraturan, kepatutan dan norma-norma yang berlaku di Arab Saudi;

6. Untuk diketahui bersama, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melarang keras segala bentuk upaya yang mempolitisasi Umrah dan Haji.

Demikian klarifikasi informasi ini dibuat untuk menjadi perhatian.

Terima kasih
Pensosbud - KBRI