Saat Jabat Ketum MUI, Buya Hamka Menolak Fasilitas dari pemerintah


Dalam makalahnya yang berjudul “Perjuangan Politik dan Pendidikan Buya Hamka”, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Azyumardi Azra, CBE, memaparkan perjuangan politik Buya Hamka dan penolakannya atas fasilitas dari pemerintah saat menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).


Makalah itu disampaikan dalam rangka milad ke 66 Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar dan Milad ke 110 tahun Buya Hamka. Direktorat Dakwah dan Sosial YPI Al Azhar menggelar seminar nasional dengan tema “Membedah Pemikiran Buya Hamka dalam bidang Teologi, Fiqh, Harakah, Sastra, Pendidikan dan Tasawuf di Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al Azhar, Kamis (15/2).”

Azyumardi Azra, Pengamat Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, itu mengupas kenapa Hamka begitu aktif dalam perjuangan kemerdekaan?


“Ini tidak lain berdasarkan pada prinsip pokok yang dia pegangi. Hamka sangat meyakini bahwa kemerdekaan bangsa sangat mutlak dalam mewujudkan dan meninggikan kemerdekaan diri (self-independence), yang merupakan keutamaan dan kebajikan pokok bagi setiap Muslim-Muslimah. Kemerdekaan diri ini mestilah bersumber dari tauhid,” jelasnya.

Sumber : opini-bangsa.com