Potret Kelam Negri Ini Petani Kesulitan Tebus Pupuk Bersubsidi


Belum terdistribusinya Kartu Tani membuat para petani di Kabupaten Semarang kesulitan menebus pupuk bersubsidi.
Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto mengungkapkan hingga Februari 2018 ini distribusi Kartu Tani masih belum juga rampung.
“Saya banyak mendapatkan laporan terkait itu,” ujar Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/2/2018).
Laporan tersebut datang dari para petani di Kecamatan Bancak. Seperti diketahui, Kecamatan Bancak merupakan salahsatu wilayah lumbung padi di Kabupaten Semarang. “Dua pekan setelah tanam padi, petani tentu butuh pupuk urea,” katanya.
Dijelaskan Said, fakta di lapangan menunjukkan jika petani di Kecamatan Bancak banyak yang merasa kesulitan dalam menebus pupuk bersubsidi karena belum memiliki Kartu Tani.
“Stok pupuknya tersedia tetapi mereka kesulitan menebusnya karena belum dapat Kartu Tani,” katanya. Laporan tersebut datangnya dari para petani di Dusun Krajan, Desa Bancak, Kecamatan Bancak.
Sedikitnya ada 110 petani yang belum memiliki Kartu Tani. Sehingga mereka kesulitan untuk menebus pupuk bersubsidi. Di dusun tersebut sudah ada 10 petani yang sudah menerima Kartu Tani.
Meski begitu, bagi petani yang sudah memliki Kartu Tani, tidak serta merta bisa langsung menebus pupuk bersubsidi. Pasalnya ketersediaan uang petani untuk menabung di bank yang telah ditunjuk tidak mencukupi.
Bupati Semarang, Mundjirin, mengatakan, belum semua petani menerima Kartu Tani. Hal tersebut merupakan imbas dari belum dibagikannya kartu yang dimaksud oleh perbankan.
“Setelah kita cek, dari perbankan yang agak lambat. Kita akan menghubungi, karena itu yang membagikan BRI. Kita sebatas mendampingi saja,” kata Mundjirin.
Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Semarang sudah menyiapkan tim pendamping petani melalui Dinas Pertanian Peternakan dan Pangan Kabupaten Semarang. “Kita akan kontak lagi, untuk mengetahui kapan bank bakal menyampaikan itu. ini memang hambatan kita, karena waktu pemupukan tidak bisa dilakukan sembarangan,” katanya. 
(sm/ewb/ida/JPR)