Lunas di Era SBY, Jokowi akan Ngutang Lagi ke IMF?


Managing Director IMF Christine Lagarde melakukan kunjungan di Indonesia jelang “Annual Meeting IMF-World Bank 2018” di Bali.

Dalam kunjungan hari ini (26/02), Legarde diantar Presiden Joko Widodo mengunjungi Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta Selatan, untuk melihat fasilitas pelayanan kesehatan terkait jaminan kesehatan yang diterapkan di Indonesia.

IMF akan memberikan pinjaman untuk Indonesia, salah satunya bidang jaminan kesehatan?

Pakar ekonomi Islam, Zaim Saidi mengingatkan, bahwa di balik puja-puji IMF dan Bank Dunia, kepentingannya hanya satu. Yakni, supaya bisa memberikan pinjaman.

“IMF, dan Bank Dunia, memuji-muji atau memperingatkan itu sama saja, hanya dengan satu kepentingan, supaya ngutang lagi. Baik terus ngutang. Jelek apa lagi, ngutang lebih banyak lagi. #rentenir #jeratutang #ketagihancandukredit,” tulis Zaim Saidi di akun Twitter @ZaimSaidi.

Komunikator Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean turut mengingatkan Presiden Jokowi agar tidak meminta pinjaman lagi ke IMF. “Pak @jokowi jangan ngutang lagi dong ke IMF. Sudah lunas dulu era SBY. Mereka itu rentenir Pak..!!” tegas Ferdinand di akun @LawanPoLitikJKW.

Tak kalah garang, sebelumnya, Waketum Gerindra Fadli Zon menegaskan bahwa IMF adalah institusi yang membuat hancur ekonomi RI 20 tahun lalu. “IMF adalah institusi yang bikin hancur ekonomi RI 20 tahun lalu. Kini pemerintah menjamu besar-besaran IMF dengan biaya Rp 1 Trilyun. Mental Inlander?,” tulis Fadli di akun @fadlizon.

Tokoh LP3ES, Rustam Ibrahim, menaggapi penegasan Fadli Zon. “Setahu saya yang bikin hancur ekonomi RI adalah krisis moneter & ekonomi Presiden Soeharto dengan korupsi & nepotisme yang parah. IMF justru masuk membantu Indonesia atasi krisis keuangan yang parah & mendapatkan kembali kepercyaan luar negeri. Tanpa IMF waktu itu ekonomi Indonesia hancur lebur,” kicau Rustam di akun @RustamIbrahim.(kl/ito)