GNPF Ulama Lampung: Kenapa Densus Mudah Hilangkan Nyawa Orang


 Ketua GNPF Ulama Provinsi Lampung, Buchari Abdul Shamad menilai kematian Muhammad Jefri (MJ) tak wajar di tangan Densus 88. Ia mengatakan dugaan bahwa MJ teroris harus dibuktikan di pengadilan.

“Siapa Densus 88 ini, fakta hampir setiap yang diduga teroris setelah ditangkap berakhir kematian,” kata Buchari kepada Kiblat.net, Rabu (15/02/2018).

Dia menyayangkan kenapa label teroris itu kerap disematkan kepada orang Islam. Sehingga masyarakat berprasangka yang aneh-aneh terhadap Densus 88.

“Saya jadi curiga ini, nanti orang taat shalat, suka ceramah, ibadah tekun dibilang teroris. Ada apa ini? Negara kita menganut hukum apa? Nyawa seseorang (jadi) tak berharga,” ungkapnya.

Buchari mengingatkan jika anggota Densus 88 itu seorang muslim, maka akan mempertanggungjawabkan perbuatan itu di mata Allah. Tanggung jawab itu berat azabnya, membunuh sesama muslim tanpa syar’i.

“Jangan-jangan yang anggota Densus ini bukan muslim? Perlu dipertanyakan, densus begitu mudah dan gampangnya menghilangkan nyawa orang lain. Saya doain mudah-mudahan anggota Densus 88 dapat hidayah dari Allah,” ujarnya.

Di sisi lain, ia menyatakan sepakat apapun bentuk terorisme yang menghilangkan nyawa orang lain di Indonesia harus diberantas. Tapi bukan berarti setiap yang diduga teroris harus berakhir kematian. Apalagi setiap teroris selalu disematkan kepada muslim.

“Seharusnya dugaan teroris itu dibuktikan di pengadilan. Sehingga bisa terbongkar sampai ke akar-akarnya jika memang teroris,” tuturnya.

Terkait upaya untuk mengadvokasi keluarga MJ di Lampung, Buchari masih memperbincangkan hal itu dengan timnya. “Saya akan tanyakan ke tim advokasi. Kita siap kawal ulama dan umat,” pungkasnya.

Diketahui, Muhammad Jefri (MJ) (32th ), warga Kecamatan Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat diamankan oleh Densus 88 dalam keadaan sehat pada Rabu (07/02/2018) dan dikabarkan meninggal sehari setelahnya. Polisi menyebut-nyebut bahwa MJ memiliki hubungan dengan terpidana teroris yang saat ini berada di Lapas Cipinang, Ali Hamka.

Keluarga menilai terdapat keanehan dalam kematian MJ, karena disebut meninggal karena penyakit dalam. Padahal, MJ tidak memiliki riwayat penyakit seperti itu.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy


Kiblat.net