Dilaporkan Ke Polisi, Sandiaga Malah Mengucapkan Ini untuk Cyber Indonesia


Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno enggan berkomentar banyak laporan Cyber Indonesia atas kebijakan Pemprov menutup Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat ke Polda Metro Jaya.

"Proses hukum tentu kita hormati dan kita lihat semuanya dalam koridor hukum," katanya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (27/2).

Pemprov DKI menutup Jalan Jati Baru Raya Tanah Abang untuk dijadikan lahan berdagang bagi pedagang kaki lima (PKL). Dalam laporan polisinya bernomor LP/995/II/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus, Cyber Indonesia menilai Anies-Sandi telah melanggar Pasal 12 UU 38/2004 tentang Jalan dengan ancaman pidana penjara paling lama 18 bulan atau denda Rp 1,5 miliar.

Tak hanya itu, Anies-Sandi juga dianggap sudah membuat para sopir angkot yang biasa beroperasi di kawasan Tanah Abang kesulitan mencari nafkah.

Sebaliknya, Sandiaga mengklaim penutupan Jalan Jati Baru justru membuat ekonomi kerakyatan semakin bergeliat.

"Kemarin kan di Tanah Abang kita bisa melihat begitu antusias perekonomian rakyat yang tinggi. Jadi terima kasih sekali tim Cyber Indonesia mengambil posisi, kita harus mencermati karena ini kita harus menegakkan keadilan. Warga masyarakat memberikan apresiasi terhadap keberpihakan. Kita butuh memastikan lapangan kerja, UKM, usaha-usaha kecil usaha mikro tetap harus kita lindungi," pungkasnya.[wid]


Rmol