Di Penjara Ahok Malah Tambah Kaya


Dibui sejak Mei 2017 di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, tak membuat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tekor secara finansial. Dalam keadaan direnggut kebebasannya karena divonis 2 tahun penjara dalam perkara penistaan agama, Ahok masih bisa menambah pendapatan.

"Bapak (Ahok) dapat uang banyak. Lebih kaya, sih di penjara. Puji Tuhan," kata adik Ahok, Fifi Lety Indra, seusai sidang gugatan perceraian Ahok dengan Veronica Tan di Pengadilan Jakarta Utara, Rabu, 28 Februari 2018.

Fifi Lety sekaligus pengacara yang mewakili Ahok dalam perkara gugatan cerai. Lalu, dari mana pundi-pundi harta itu diperoleh?

Menurut Fifi, kekayaan Ahok bertambah dari hasil penjualan buku berjudul "Ahok di Mata Mereka" seharga Rp 750 ribu per eksemplar. "Asal ada tanda tangan bapak, harganya segitu."


Pesanan buku datang dari sejumlah negara. Bahkan, satu orang dari luar negeri pesan sampai 100  buku. Namun, Fifi tak mau menerangkan berapa eksemplar yang sudah laku terjual termasuk total uang yang diterima Ahok. "Pokoknya banyak, deh," ucapnya.

Ahok juga punya bisnis tambang dan perkebunan di Belitung. Menurut Nathanael Ompusunggu, staf Ahok ketika masih menjabat Gubernur DKI Jakarta, diminta mengurus usaha tersebut. Maka secara berkala Nathanael menjenguk Ahok ke Mako Brimob.

"Saya seminggu sekali harus bertemu (Ahok). Saya harus kasih laporan perusahaan," kata Nathanael.

Menurut Fifi, peningkatan kekayaan membuat Ahok tak melupakan bayar pajak. Ahok pun tidak menikmati uang itu sendirian, melainkan antara lain untuk membantu orang lain. "Untuk biaya hidup dan segala macam. Juga untuk kegiatan sosial," ucapnya.

Ahok meneruskan kebiasaan membantu orang yang kesusahan, yang dia jalani sejak ayahnya masih hidup. Fifi mencontohkan musibah banjir yang melanda Belitung belum lama ini.

"Rumah saya (di Belitung) sendiri yang tidak kena. Terus masyarakat pada ditampung di rumah. Siapa yang kasih makan? Kasih minum? Terus rumah-rumah yang rusak siapa yang perbaiki, kami (keluarga Ahok) juga," tutur Fifi.

TEMPO