Bisa Jadi JK Tunjuk Anies Lawan Jokowi di Pilpres 2019


Kondisi perpolitikan nasional khususnya jelang Pilpres 2019 berubah semenjak Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka komunikasi politik ke berbagai tokoh penting. Dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Polisi Jenderal Budi Gunawan.

Skenario Pilpres tahun depan bisa jadi ada di tangan JK. Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu memiliki peran sentral menentukan siapa lawan tanding petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau yang nantinya dipasangkan dengan Jokowi.

Ditambah, dua kali menjadi Wapres membuat JK matang dalam berpolitik dan memiliki pengaruh serta jaringan kuat. Belakangan, JK mengaku bakal mendukung Jokowi di Pilpres mendatang.

Menurut pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) Hendri Satrio, sikap JK tersebut belum tentu final.

“Kemana JK, karena sebagai wakil Jokowi, (JK) harus berkata seperti itu. Nah, apakah nanti akan mendukug Jokowi, belum tentu juga, tergantung dari posisi dia,” ujar Hendri usai diksusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/2).

Seandainya JK betul mendukung Jokowi, menurut Hendri, JK tentunya bakal merekomendasikan cawapres yang memiliki kedekatan dengan umat Islam.

“Nah, sekarang stoknya kan ada. Saya kecil kemungkinan JK akan mendorong Cak Imin (ketum PKB) karena berbeda partai, JK akan mendorong Romi (Ketum PPP) juga kecil kemungkinan,” ujarnya.

Sementara itu, Hendri beranggapan, walaupun Anies memiliki kedekatan khusus dengan JK (seperti di Pilkada DKI 2017), Anies justru akan dipasang oleh JK sebagai kompetitor, Jokowi bukan sebagai cawapres.

“Kalau saya rasa Anies akan diendorse sebagai kompetitornya Jokowi,” menurut Hendro.

Kemungkinan lain, sambung Hendri, JK bakal merekomendasikan sebagai cawapres Jokwi yaitu Kepala BIN Budi Gunawan. “Bisa jadi Budi Gunawan diendorse sebagai wakilnya Jokowi,” lanjutnya.

Kedekatan JK dengan BG tercermin lewat penempatan bos intel itu pada jabatan Wakil Ketua Majelis Pakar Dewan Masjid Indonesia. JK sendiri yang mendudukkan dan melantik BG di DMI. Menurut JK, arahan-arahan purnawirawan polisi bintang empat itu kepada DMI sangat dibutuhkan agar masjid tidak menjadi lahan subur bagi radikalisme.

Kabarnya, Jokowi sangat tidak nyaman melihat kedekatan JK dengan Anies dan BG. Kaitannya dengan 2019, JK berpotensi menggandeng dua nama itu untuk memuluskan langkahnya jika berlaga di Pilpres. JK-BG atau JK-Anies? (kl/rm)

Eramuslim