Viral Video Porno Anak, KPAI: Komitmen Pemerintah Dipertanyakan


 Tersebarnya video pornografi yang melibatkan dua anak di bawah umur di dunia maya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tagih sikap tegas pemerintah. Pemerintah dinilai belum sepenuhnya serius dalam membersihkan konten pornografi di internet.

Saat dihubungi Jawapos.com, Ketua KPAI, Susanto, mengungkapkan banyak video porno yang sangat permissive di ruang publik khususnya internet.

"Kami (KPAI) mendorong komitmen pemerintah untuk semakin kuat dan konsen untuk menghapus konten-konten bermuatan pornografi yang sangat mudah diakses oleh publik. Sekarang kita memang harus ketat untuk urusan seperti ini," ujar Susanto di Jakarta, Kamis (4/1).

Walau diketahui video tersebut sudah tidak dapat diakses, tapi ini menjadi keprihatinan KPAI bahwa pemerintah dapat kecolongan. Susanto menegaskan jika hal ini terus dibiarkan, maka ke depannya akan menjadi masalah baru lagi bagi anak lainnya di kemudian hari.

Berdasarkan berbagai kasus yang telah ditangani oleh KPAI, video kekerasan terlebih pornografi dapat berdampak buruk bagi masyarakat. Salah satunya, dapat menginspirasi perilaku-perilaku negatif terutama kegiatan seksual yang menyimpang.

"Banyak kasus anak menjadi pelaku tindakan penyimpangan itu terinspirasi dari video yang di tonton," kata Susanto.

Susanto berharap jika masyarakat sudah mengetahui bahkan sudah menonton video tersebut. Harap melaporkan ke pihak berwajib atau ke KPAI. "Laporkan ke pihak berwajib agar di follow up, untuk saat ini itu cara yang terbaik" tutupnya.

(rgm/JPC)