Utang lagi !! Pinjaman Pertama Proyek Pelabuhan Patimban Rp 14 T Cair Mulai Maret


Pelabuhan patimban akan dimulai proses pembangunannya seiring dengan pencairan dana tahap pertama yang akan dilakukan pada Maret 2018. Pencairan pinjaman tahap pertama sebesar Rp 14 triliun bakal dicairkan bertahap mulai Maret 2018 sampai 2020.

"Kita harapkan bulan Maret itu bisa diselesaikan pembayaran,"kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Jumat (12/1/2018).

Budi menambahkan, operator Pelabuhan Patimban akan dilelang dengan mayoritas kepemilikan saham Indonesia. Nantinya akan dibuat perusahaan patungan (joint venture) antara Indonesia berupa BUMN dan swasta dan pihak Jepang.

"Operator ini akan kita tenderkan, karena operator ini nanti konsorsium antara Indonesia dan Jepang. Indonesia yang mayoritas," ujar Budi.

Direktur Kepelabuhan Chandra Irawan menambahkan, proses pencairan anggaran akan dimulai dalam beberapa tahap. Namun untuk pinjaman fase pertama di Tahap I sebesar Rp 14 triliun yang akan diselesaikan dalam dua tahun.

"Itu sekitar Rp 14 (triliun) ya, dan kedua itu dalam proses. Fase satu dan dua barangkali proses itu butuh waktu dari schedule yang sebelumnya itu masih tahun- tahun depan ya karena kita menyelesaikan fase -fase yang satu ini. Iya, Maret nanti akan selesai dalam dua tahun ya," jelas dia.

Kontraktor untuk pembangunan Pelabuhan Patimban juga akan ditunjuk Maret 2018 mendatang. Sehingga bisa langsung dimulai pembangunannya.

"Maret artinya sudah ditunjuk untuk mulai," katanya.

Sebagai informasi, total kebutuhan anggaran pembangunan Pelabuhan Patimban Rp 43 triliun. Adapun pinjaman untuk pembangunan Pelabuhan Patimban yang terletak di kawasan timur Jakarta, merupakan dana dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan nilai ¥118,9 juta atau sekitar Rp 14,17 triliun.

Pada November 2017, kesepakatan antara JICA dan Indonesia berupa pinjaman sebesar Rp 14,17 triliun itu merupakan 83% dari total biaya konstruksi Pelabuhan Patimban tahap I senilai ¥144 miliar atau Rp 17,16 triliun. Sisa biaya investasi itu akan dibiayai oleh pemerintah Indonesia dalam pembebasan tanah dan urusan pajak.

Selain menjelaskan mengenai pencairan pinjaman, Chandra juga menjelaskan untuk kapasitas mobil di Pelabuhan Patimban.

"Kita panjangnya itu kalau engga salah 300 sekian (meter) itu untuk yang kontainer, kemudian untuk car-nya itu sekitar 200-an ya, tapi kapasitasnya itu sampai 600 ribu- an car ya setelah ini selesai," kata dia.

Dirinya menjelaskan sisa dari total pinjaman dari JICA yaitu di tahun 2020 sebesar Rp 29 triliun akan juga bertahap pencairannya. Untuk khusus tahap I ini proses pemberian pinjaman serta tender akan seiring dengan mulainya proses pembangunan.

"Iya (tender inline dengan proses pembangunan dan penerimaan pinjaman)," ujarnya.

sumber: detik