Tiga Catatan Penting Temuan Sejarah Operasi Bedah, Nggak Nyangka.. Umat Islam Pelopornya!


Bukti terpenting dari temuan operasi modern diilustrasikan mendetail oleh al-Biruni. Penulis yang meninggal pada 1048 M ini tenar sebagai pengarang buku-buku sejarah, kedokteran, dan filsafat. Salah satu manuskrip langkah yang menjadi petunjuk keilmuan terkini terangkum dalam Al-Athar al-Baqiyah `an al-Quran al-Khaliyah. Buku ini tersimpan di University of Edinburgh (Inggris) dan telah diedit serta diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman dan Inggris oleh Professor E Sachau pada 1879.

Pada kitab tersebut, al-Biruni menyisipkan tiga catatan penting dalam proses operasi cesar. Dia menelaah dari alkisah penguasa Roma Caesar Augustus (63M-14 M) yang dilahirkan secara cesar karena sang ibu dalam kondisi meninggal. Tulisan ini sekaligus membantah catatan sejarah Barat yang menyebutkan Caesar terlahir normal dan ibunya masih hidup saat dia menginvasi Inggris.

Al-Biruni juga menyebutkan pemimpin revolusi kekhalifaan Samaniyah, Ahmad Ibn Sahl, yang juga dilahirkan dari proses operasi pembedahan. Selain menyebutkan kelahiran tokoh ternama dari proses pembedahan, manuskrip al-Biruni menunjukkan 24 gambar ilustrasi proses operasi. Buku ini juga menjadi rujukan pertama dunia kedokteran yang disertai gambar.

Pada masa yang sama, seorang penyair Persia, Firdousi (935-1025 M), menuntaskan bukunya Shahnama. Di dalamnya terdapat cerita epik yang tersusun dengan 60 ribu larik yang menggambarkan proses kelahiran dengan operasi cesar.

Terlepas dari penggambaran keindahan operasi dalam karya sastra, dia menyelipkan adanya proses pembiusan selama operasi pada si ibu. Manuskrip yang ditulis pada abad ke-17 itu detail menggambarkan kelahiran seorang bayi bernama Rustam.

Seiring berkembangnya zaman, seorang penulis Jerman menunjukkan koleksi referensinya yang memperkuat jika operasi bedah didukung oleh kaum Muslim. Bahkan, tak pernah ada larangan untuk melakukannya demi keselamatan jabang bayi dan ibunya.

Penunjuk terpenting tentang operasi bedah dalam Islam ditulis oleh Abu Hanifa (699-767 M). seorang ahli hukum Islam ternama pada zamannya ini menegaskan operasi cesar diperbolehkan untuk menolong persalinan perempuan dalam kondisi hidup ataupun meninggal.

Disarikan dari Dialog Jumat Republika
Sumber: republika.co.id