Ternyata Ada Kegiatan Dunia Maya Yang Tak Terdeteksi Pemerintah Secanggih Apa Pun, Ini Ulasannya


Salah bila masih ada anggapan bahwa tidak bisa ‘berselancar’ di dunia maya tanpa dideteksi pemerintah. Rektor Perbarnas Institute, Marsudi Wahyu Kusworo menjelaskan bahwa di dunia siber ada yang disebut Dark Web. Menurutnya, Dark Web adalah internet yang tindakan kita tidak mampu dijangkau oleh pemerintah.

“Dark Web itu adalah internet yang untuk akses kesana menggunakan alat khusus. Dia dienkripsi, sehingga itu digunakan banyak orang untuk kejahatan. Bisa dilihat di Youtube atau Google, cara masuknya gimana,” ujarnya dalam diskusi ‘Intelijen di Era Digital’ di Menara Batavia, Jakarta pada Rabu (10/01/2018).

Ia juga memaparkan bahwa karena Dark Web tidak bisa dimonitor, maka banyak digunakan untuk kejahatan. Misalnya jual beli narkoba, menyewa pembunuh bayaran. Bahkan, bisa membuat pasport palsu.

“Yang banyak itu dokumen palsu, seperti pasport palsu. Dan menariknya, kalau kita beli, kita pakai, itu lolos. Saya pernah bikin pasport palsu dan muncul di bagian imigrasi,” jelasnya.

“Kita nggak bisa identifikasi siapa yang ada di situ. Tapi di Indonesia dugaan saya yang memakai banyak,” sambungnya.

Marsudi juga menghimbau kepada masyarakat umum untuk tidak ikut masuk ke Dark Web. Namun, ia menghimbau kepada bagian intelijen Indonesia untuk mampu memonitor kejahatan yang ada di Dark Web.

“Masyarakat mungkin justru jangan ikut-ikut kesana. Aparat yang harus tau. Aparat harus tau dan intelijen harus masuk ke sana, siapa pelakunya dan sebagainya,” tukasnya.

Islaminews