Terbukti WOW Jejak DIGITAL, 5 Janji spektakuler Jokowi wujudkan swasembada pangan, Masuk Tahun Ke Empat Bukannya EKSPOR Malah IMPOR



Indonesia masuk jajaran 10 besar negara dengan ekonomi terbesar dunia. Namun, pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen dinilai belum mampu mensejahterakan rakyat Indonesia. Padahal, potensi kekayaan negeri ini melimpah ruah.

Pendiri Jokowi Center Putri Kuswisnuwardani menuturkan, ekonomi Indonesia yang disebut-sebut nomor tiga terbesar setelah Filipina dan China, ternyata belum mencerminkan kondisi sesungguhnya.

"Tapi, itu belum merefleksikan kemakmuran bagi rakyat kita," kata Putri.

Sektor pertanian yang sebenarnya mampu menyerap banyak tenaga kerja dalam jumlah banyak, ternyata tidak mendapatkan perhatian.

Dalam pandangannya, pelbagai persoalan bangsa hanya bisa diselesaikan dengan revolusi mental di semua bidang. Terutama di sektor pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan.

"Diperlukan kebijakan revolusioner untuk meraih kembali prestasi Indonesia di dalam swasembada pangan," tegasnya.

Bicara soal ketahanan pangan, Jokowi bermimpi mewujudkan swasembada pangan nasional dalam 4-5 tahun ke depan. Namun, ambisi ini diyakini tidak mudah diwujudkan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui, masalah kebijakan pangan nasional tidak pernah tuntas dilakukan. Kondisi ini diperparah dengan adanya fluktuasi harga dan kenaikan yang tidak wajar di pasar domestik maupun internasional.

Tidak hanya itu, Presiden juga mengakui masih ada timpang tindih antara kebijakan sektoral dan mementingkan beberapa sektor, namun tidak mengacu pada kepentingan nasional.

"Tidak hanya lahan, biaya pertanian, tata niaga, posisi kita seperti apa, apa serius dengan kemandirian pangan itu, apa yang akan dilakukan pemerintah dengan menyusun kebijakan sehingga tuntas?" ujar SBY.

Lalu apa saja janji Jokowi untuk mewujudkan swasembada pangan ini? Berikut merdeka.com akan merangkumnya untuk pembaca.


1. Tanaman padi setinggi 2 meter

Merdeka.com - Untuk mewujudkan program swasembada pangan nasional, Jokowi mengatakan, yang harus dilakukan pertama kali adalah membenahi atau merevitalisasi pasar tradisional yang rusak.

"Bahkan, banyak sekali yang sudah rusak dan dibiarkan begitu saja. Padahal keberadaan pasar bisa dijadikan penopang perekonomian kerakyatan di Indonesia," kata Jokowi saat menyambangi lahan pertanian di Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Jokowi meminta semua badan riset di Indonesia fokus mengembangkan teknologi, khususnya di sektor Pertanian. Sektor pertanian harus bisa maju dengan teknologi termutakhir sehingga membawa kesejahteraan untuk petani.

Bahkan, Jokowi meminta badan riset dapat mengembangkan teknologi untuk padi agar tingginya mencapai 2 meter. Kondisi ini dimaksudkan agar terwujud padi yang kuat dan produktif.

"Saya mau lihat nanti padi tingginya dua meter, saya engga mengerti bagaimana caranya, tapi bisa saja," ucap Jokowi dalam menyampaikan kuliah umum di Kantor LIPI, Gatot Subroto, Jakarta.


2. Cetak jutaan sawah serta bendungan dan irigasi baru

Merdeka.com - Presiden terpilih Joko Widodo mengaku mempunyai banyak cara dalam menempuh kedaulatan pangan dan swasembada pangan. Salah satunya dengan mencetak sawah-sawah baru yang ada di daerah-daerah.




"Saya kira banyak jalan. Negara kita ini luas, bisa membangun sawah baru," ujar Jokowi usai acara Munas Seknas Tani di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Namun sebelum mencetak sawah baru, Jokowi bakal membangun bendungan untuk irigasi sawah. Selain itu, Jokowi juga bakal meminta pemilik lahan yang digunakan untuk lahan lain, harus mengganti dengan sawah-sawah baru.

"Kalau tidak ya nggak bakal bisa swasembada. Nggak bisa kita berkedaulatan pangan," kata dia.

Mantan wali kota Solo ini yakin swasembada pangan akan mampu dicapai dalam waktu tiga hingga empat tahun mendatang apabila menerapkan cara-cara tersebut.


3. Pecat menteri pertanian jika 2 tahun Indonesia tak bisa swasembada

Merdeka.com - Presiden terpilih Joko Widodo ( Jokowi) memiliki kriteria khusus untuk orang yang bakal duduk sebagai menteri pertanian di kabinetnya. Jokowi mengaku ingin memiliki menteri yang tahu soal manajemen lapangan, pengetahuan lapangan dan persoalan pertanian, bukan hanya pintar secara teori.

"Karena ini masalahnya di lapangan," kata Jokowi saat memberi pembekalan di Muktamar PKB, Hotel Empire Palace, Surabaya.

Menurutnya, jika pemerintah mampu menyediakan pupuk dan air pada petani maka swasembada beras tidaklah sulit. Jokowi mengaku akan memberi target pada menteri pertanian di kabinetnya kelak. Menurutnya, menteri pertanian di kabinetnya harus bisa swasembada pangan 2 hingga 3 tahun.

"Akan saya target yang jadi menteri nanti swasembada pangan harus bisa 2 sampai 3 tahun. Kalau gak bisa copot ganti. Jadi presiden gak usah sulit-sulit. Banyak yang antre untuk jadi menteri," katanya.


4. Dalam 3 tahun tidak lagi impor pangan

Merdeka.com - Presiden terpilih Joko Widodo berjanji dalam tiga tahun pemerintahannya, Indonesia sudah swasembada pangan. Bahkan, Indonesia tidak akan lagi mengimpor pangan, gula dan lain sebagainya.

Dia menegaskan mengejar swasembada pangan tidak harus dilakukan dengan menambah lahan. Swasembada pangan akan dikejar dengan mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di sektor pertanian.

"Swasembada pangan dengan menggunakan varietas-varietas yang menghasilkan benih padi yang unggul. Dalam satu hektar harus menghasilkan 8 sampai 12 juta ton," kata Jokowi dalam menyampaikan kuliah umum di Kantor LIPI, Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (16/9).

Jokowi meminta pemikiran penambahan lahan pertanian dihilangkan. Jika tidak produktif, tambahan lahan pertanian dinilai tidak efektif. Sebagai contoh saat ini satu hektar sawah Indonesia hanya bisa menghasilkan 4 sampai 6 juta ton padi.

5. Tahun ke empat, Indonesia jadi negara pengekspor pangan utama

Merdeka.com - Di tahun ke-4, Jokowi menargetkan Indonesia akan ekspor pangan. Hal ini menjadi terobosan fenomenal karena Indonesia selama ini sudah nyaman dengan impor.

Sebutan negara swasembada pangan dulu sempat disematkan pada Indonesia. Julukan ini semakin memudar seiring menurunnya produksi pertanian karena rendahnya minat masyarakat pada sektor ini.

Rendahnya produksi sektor pertanian membuat Indonesia mulai rajin melakukan impor komoditi pangan. Impor pangan Indonesia juga tidak bisa terbilang kecil di tengah kebutuhan penduduk yang besar.

Sebagai informasi, pada 2011 saja, total beras impor yang masuk ke Indonesia mencapai 2,5 juta ton dengan nilai USD 1,3 miliar atau setara Rp 11,7 triliun. Beras-beras impor itu berasal dari Vietnam, Thailand bahkan dari China.


MERDEKA