Pendakwah Islam Dilarang-larang Ceramah, MS Ka’ban: Akal Sehat Tidak Dipakai, Orde Baru Gak Begitu


Di negara yang berdasarkan Pancasila tetapi ada tokoh agama Islam mengisi atau membagikan ilmunya dipermasalahkan di suatu tempat disambut miris. Padahal, zaman sebelum reformasi orang atau tokoh Islam tidak diperlakukan demikian saat ingin membagikan ilmu ataupun berceramah.

 “Yang teranyar ustadz Somad, mau tabligh di beberapa tempat dilarang-larang. Mereka lupa melarang dakwah itu melarang syiar islam. Melarang menyampaikan ayat Ilahi, ya, lawannya Allah subhana wa ta’ala.

Di negara yg berdasarkan pada KETUHANAN YANG MAHA ESA terjadi larangan dakwah, betul-betul akal sehat sudah gak terpakai. Zaman Orba (Orde Baru) gak begitu-begitu amat,” sesal Dewan Syuro PBB, MS Ka’ban, melalui Twitter pribadi miliknya, belum lama ini.

Ka’ban bercerita bahwa di era Orba saja jika pemimpin saat itu yang merasa terganggu dengan pendakwah maka hal yang dilewati bukan pengusiran atau penolakan tetapi melalui jalur hukum. “Di era Orba ada dakwah terpidana tapi ada proses pengadilan. Saat itu public menilai keputusan hakim obyektif atau pesanan penguasa.”

Belum lama ini memang jika kita saksikan ada beberapa tokoh Islam yang ditolak di berbagai tempat. Alasannya pun dinilai tidak jelas dan masuk akal. Tidak hanya ustad Abdul Somad saja yang diperlakukan demikian.

Sumber: Voa-Islam