Mualaf : Demi Kenakan Hijab Aku Rela Jadi Tukang Sapu Jalanan



Perintah berjilbab disebutkan dalam ayat alqur’an ialah bagaikan berikut

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمً

hai nabi, katakanlah kepada isteri – isterimu, kanak – kanak perempuanmu dan juga isteri – isteri orang mukmin: “hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke segala badan mereka”. yang demikian itu biar mereka lebih gampang buat diketahui, karna itu mereka tidak di ganggu. dan juga allah merupakan maha pengampun lagi maha penyayang. (qs angkatan laut (AL) ahzab ayat 59)



dalam peluang ini aku menggambarkan cerita perjuangan para muslimah di polandia, dimana mayoritas dari mereka merupakan sister mualaf. salah satu sister yang dekat dengan aku merupakan sister sinar dilansir dari eramuslim. com.

perjuangan dan juga keteguhannya memegang bukti diri bagaikan seseorang muslimah, kadangkala membikin aku menangis terharu sampai aku tidak menyudahi mengucap kalimat tahmid dan juga takbir.

sehabis tes hal – hal mantan suaminya, sister sinar masih terus berjuang dalam keadaan keluarga yang prihatin dan juga mencari pekerjaan dengan keadaan senantiasa berhijab. pekerjaan sebelumnya bagaikan nanny (penjaga) dengan keadaan berjilbab buatnya tidak lagi dipekerjakan.

dia menceritakan sempat sesuatu waktu dia tiba ke rumah buat melindungi seseorang balita usia 8 bulan, entah kenapa bunda sang balita mulai terasa keberatan dengan jilbabnya.



“kenapa kau tidak melepas penutup kepala itu, kau kan seseorang polish (orang polandia) ? ” begitu bunda sang balita mengeluhkan tentang jilbabnya.

sister sinar menanggapi, “maaf pani, aku tidak dapat, aku seseorang muslimah, ” begitu teguh walaupun dalam kondisi susah sekalipun.

aku sempat memberanikan diri bertanya, “sister, kenapa kau tidak menutup kepala serupa turban supaya tidak begitu terlihat, bisa jadi dengan begitu mereka hendak senantiasa mempekerjakanmu? ”

“tidak … tidak, hingga akhir nafas, hijab ini hendak senantiasa aku kenakan, sister. tidak terdapat siapapun ataupun whatever yang dapat mengambil alih anugerah yang telah allah karuniakan ini, ” jawabnya penuh keteguhan.

“hidup ini sedangkan. aku berdoa aku berulang menghadapnya dalam kondisi taat. apa yang butuh aku khawatirkan, sister? ” ucap sinar.

“allahu akbar … allahu akbar, ” aku bertakbir dan juga memeluknya dengan haru.

ayo dengar apa yang bakal dia ucap dikala aku berulang bertanya, “lalu gimana saat ini kau menghidupi dirimu dan juga kedua orang tuamu? ”



“saya kerja jadi tukang bersih – bersih biar tidak lepas hijab. tidak terdapat yang hirau ataupun keberatan dengan hijab yang aku gunakan. aku lebih tenang dengan pekerjaan ini, sister, ” dia mengucap kalimat di atas dengan binar senang. mudah – mudahan allah merahmatimu.

aku berulang mendekat dan juga memeluknya. aisha yang tengah mencermati kami seketika sudah berdiri di depan dan juga turut memeluknya. mashaallah, gadis aku juga dapat merasakan ketegaran saudari dari negara si paulus ini

darinya aku belajar makna keteguhan dalam perkataan ataupun perbuatan dalam menampilkan bukti diri.

ini saudari mualaf yang teguh dengan jilbabnya. yang tidak goyah dalam jalur imannya. izinkan aku bertanya kepada saudari yang diberi kemudahan dan juga kelapangan:
apa yang menghalangimu berjilbab?

apa yang memberatkanmu berjilbab?

apa yang membuat kamu enggan berjilbab? [emc][www.tribunislam.com]

Sumber :Tribunislam