Megawati Pilih Djarot Maju di Pilgub Sumut, Pengamat Politik: Sumut tak Butuh Gubernur Impor!


Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri resmi mencalonkan Djarot Saiful Hidayat sebagai calon Gubernur Sumatera Utara di Pilkada Serentak 2018.

Pilihan Megawati pada Djarot memunculkan berbagai komentar. Apalagi usai ditetapkan sebagai Cagub Sumut 2018, di akun Instagram (04/01), Djarot menulis “Saatnya Sumut berubah dan menjadi teladan bagi Indonesia Tercinta."

Pengamat politik yang berasal dari Sumut, Umar Syadat Hasibuan bersuara keras terkait pencalonan dan pernyataan Djarot.

“Kayak di Sumut gak ada orang benar saja sampai Pak Djarot ngomong gini. Kami orang Sumut tak butuh Gubernur impor dari daerah lain,” tegas Umar Syadat di akun Twitter @Umar_Hasibuan_.

Umar juga menegaskan, sebagai orang Sumut, ia lebih paham karakter orang Sumut daripada Djarot. “Kata orang Medan. Macam betul saja. Aku asli orang Sumut lebih paham karakter orang Sumut dari  Anda. Sumut gak butuh Gubernur impor dari daerah lain. Sudah gitu saja dulu Pak Djarot,” tulis @Umar_Hasibuan_ menanggapi tulisan bertajuk “Diusung PDIP Jadi Cagub, Djarot: Saatnya Sumut Berubah!”

Meskipun sudah menyatakan memilih Djarot Saiful Hidayat sebagai Cagub Sumut, namun, Megawati baru akan resmi mengumumkan cagub/cawagub Pilkada Sumatera Utara pada 7 Januari 2017.

"Kita siap-siap tanggal 7 (Januari) melakukan pengumuman," kata Megawati.

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno memyampaikan, ada beberapa pertimbangan yang memunculkan nama mantan Wali Kota Blitar, Jawa Timur, tersebut.

"Pengalaman Mas Djarot di Blitar dan DKI itu menjadi beberapa alasannya. Mas Djarot pengalaman di DKI kan bagus dalam birokrasi dan bersih," ujar Hendrawan seperti dikutip liputan6 (04/01).

Dengan alasan tersebut, Hendrawan menambahkan, PDIP melihat Sumatera Utara harus dipimpin oleh orang yang berpengalaman serta berlatar belakang bersih. Mengingat, Sumatera Utara menjadi provinsi yang kerap diterpa kasus birokrasi dan korupsi.

Sumber: Itoday