LBH GP Ansor : menilai bahwa lawakan mereka tidak menyinggung akidah Dan tidak dikategorikan menistakan agama.


 Joshua Suherman dan Ge Pamungkas diketahui mendatangi kantor LBH GP Ansor setelah lawakan stand -up comedynya dinilai menistakan agama. Kedatangan mereka, pada Senin (8/1/18) ke LBH GP Ansor dalam rangka meminta pandangan dan bantuan hukum.

Direktur Advokasi dan Litigasi LBH GP Ansor, Achmad Budi Prayoga mengatakan kedatangan Joshua Suherman dan Ge Pamungkas selain untuk bersilaturahmi juga untuk meminta pandangan GP Ansor atas materi lawakan mereka yang dituduh sebagian orang menistakan agama. GP Ansor sendiri menilai bahwa lawakan mereka tidak menyinggung akidah sehingga tidak dikategorikan menistakan agama.

“Umat Muslim yang mengganggap mereka telah menistakan agama menurut kami hal itu masih asumsi. Sebab kita tidak bisa menilai bahwa mereka telah menistakan agama, bahkan menurut kami setelah melihat materi mereka di sana tidak terdapat unsur delik menistakan agama,” kata Achmad kepada Kiblat.net di kantor GP Ansor, Jakarta Pusat, Jumat (13/1/18).



Dia mengungkapkan Joshua dan Ge juga mengadukan bahwa mereka mendapatkan bullying atas tudingan menistakan agama dari konten Stand Up mereka. Padahal asas negara kita ada asas praduga tak bersalah seharusnya tidak bisa seperti itu publik melabeli seseorang telah menistakan agama karena kita hidup di negara hukum.

Menyikapi laporan sebagian orang ke Bareskrim Polri atas keduanya, menurut Achmad itu adalah hak bagi siapapun. Akan tetapi perlu diingat sebelumnya Joshua dan Ge Pamungkas telah mendapatkan bullying atau tuduhan menistakan agama.

“Saya kira pihak kepolisian akan sangat berhati-hati dalam memenuhi proses hukum laporan itu. GP Ansor sendiri belum mau berasumsi bahwa laporan itu akan terus berlanjut,” ujarnya.

Achmad melanjutkan sebaiknya siapapun yang melaporkan seseorang telah menistakan agama harus melakukan upaya klarifikasi terlebih dahulu kepada yang bersangkutan. Sebab selama ini Joshua Suherman dan Ge Pamungkas belum pernah menerima klarifikasi.

“Paling tidak sampai keduanya mendatangi GP Ansor. Di mana keduanya meminta pandangan kepada kami apakah materi Stand Up mereka ada unsur menistakan agama dan meminta bantuan hukum. Kami akan terus melihat perkembangan laporan ini,” pungkasnya.

Reporter : Hafizh
Editor: Hunef Ibrahim
kiblat.net