Komisi III: BSSN untuk Bungkam Penyuara Kebenaran


 Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafii mempertanyakan maksud Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) ingin menangkap pelaku hoax. Ia pun menilai bahwa penangkapan ini bertujuan untuk membungkam suara kritis dari masyarakat.

“Pertanyaannya, untuk apa? Kewenangan ini diarahkan untuk siapa? Semua sudah tahu kemana arahnya. Ini pasti untuk membungkam siapa saja yang berani menyuarakan kebenaran, membungkam siapa saja yang berani menunjukkan fakta-fakta yang salah yang kemudian dibungkam oleh oknum-oknum rezim penguasa. Pasti tujuannya ke sana,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Jumat (05/01/2018).

Politisi partai Gerindra ini juga menegaskan bahwa penegakan hukum selalu timpang sebelah. Artinya, satu golongan dilindungi, dan satu golongan lain dikriminalisasi.

“Faktanya, undang-undang ormas korbannya umat Islam. Terorisme stigmanya umat Islam. Semuanya umat Islam. Kita ingin ingatkan, hati-hati, Islam itu toleran, Islam itu sangat memikirkan kepentingan nasional. Tapi kalau terus-terusan dizalimi seperti ini, hati-hati! Belum pernah ada satu bangsa besar pun di dunia ini yang tidak berhasil diusir oleh umat Islam dari bumi pertiwi di Indonesia,” tuturnya.

Maka, ia berasumsi bahwa negara ini sedang menuju ke negara kekuasaan. Padahal, sejatinya negara Indonesia adalah negara hukum, yang menjunjung tinggi nilai-nilai hukum.

“Jadi ini sedang berlangsung proses perubahan dari rechsstaate, Indonesia negara hukum, menjadi machsstaate, Indonesia menjadi negara kekuasaan. Dan ini yang sangat berbahaya menurut saya,” tukasnya.

sumber: kiblat.com