Heboh Ust. Bachtiar Nasir Minum Kencing Onta Banyak yg Nyinyir, Bukankah Kader PDIP Malah Pernah Minum Bekas Air Cuci Kaki Megawati #Jleb


Ramai di linimasa video ustadz Bachtiar Nasir, ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), yang meminum air kencing unta dan susu unta di peternakan unta di Hudaibiyah Mekkah, Arab Saudi.

Beberapa netizen memberikan komentar tentang meminum air kencing unta. seperti halnya akun Twitter @blogdokter.

“Menyebar video seseorang yang minum campuran kencing onta dan susu, yang katanya bermanfaat bagi kesehatan. Menghadapi video kayak gini ya logika saja sih. :),” kicau @blogdokter.

“Dalam dunia kedokteran, apapun bisa dijadikan obat selama telah bisa dibuktikan khasiatnya maupun efek sampingnya melalui sebuah studi ilmiah.”

“Bila campuran susu dan kencing onta tersebut belum bisa dibuktikan manfaatnya secara ilmiah, tentu saja menyesatkan bila diakui bermanfaat bagi kesehatan.”

Kalau ada isu begini, apalagi terkait dengan tokoh yang terlibat dalam Aksi Bela Islam, maka Denny Siregar dan sejenisnya seperti Budiman Sudjatmiko akan menjadi yang terdepan dalam memberikan komentar.

Mantan aktivis Partai Rakyat Demokrat (PRD) itu menulis di akun twitternya, “Jika air kencing manusia saja najis, knp air kencing unta bisa dianggap lebih sah utk diminum? Yg spt ini akan membawa umat Islam ke mana?”

Sedangkan Denny Siregar berkomentar begini,”

“KENCING ONTA. Bachtiar Nasir menyarankan untuk minum kencing onta sebagai obat.. Seperti kata pepatah, “Gurunya minum kencing onta sambil berdiri, muridnya minum kencing onta sambil lari-lari..” Sangat KHILAFAH sekali.. Wahhh… Micin bakalan gak laku nihhhh.. 😡😡”



 Kader PDIP Minum Bekas Air Cuci Kaki Megawati

Seorang kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminum air bekas cuci kaki Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Foto momentum itu kini tersebar luas di dunia maya dan membuat heboh "penghuninya".

Rata-rata tidak habis pikir, mengapa masih saja ada orang yang percaya dengan khasiat berkah meminum air bekas cuci kaki seseorang yang dianggap tokoh?

Dalam foto tampak kader partai banteng bernama Cecep Ondon Iskandar (68), meminum air bekas membasuh kaki Megawati. Pria kelahiran Tomo, Kabupaten Sumedang itu, sebagaimana dikutip Wartabuana.com, mengatakan tidak jijik melakukan hal itu.

Pria kelahiran Tomo, Kabupaten Sumedang ini mengaku sama sekali tidak jijik meminum air bekas mencuci kaki Mega. "Saya merasa tidak jijik dan bangga bisa memenuhi cita-cita saya yang sudah lama diidam-idamkan itu," kata Cecep.

Diceritakan pria yang sudah berjenggot putih ini, sudah lama dirinya punya niat untuk melakukan itu. Dan baru kesampaian saat Mega berkunjung ke Majalengka. Dikatakan suami Icih Sukaesih yang telah dikaruniai empat anak ini, ia memiliki tekad sebelum meninggal dirinya ingin bisa membasuh kaki Mega, lalu airnya diminum dan dibasuhkan ke wajahnya. Kini, impian itu kesampaian dan Cecep sangat lega.

Bahkan, sedianya ia ingin mendatangi rumahnya di Jakarta. Namun karena alasan tidak memiliki cukup uang hal itu belum bisa dilakukannya. Cecep berharap dengan melakukan ini bisa sedikit melupakan keberadaan Bung Karno. Lelaki ini juga mengaku sudah beberapa kali bertemu langsung dengan Sang Proklamator itu.

Makanya, lanjut dia, ketika ada berita Mega sudah tiba di Penggung Cirebon, ia pun langsung memacu mobilnya ke Kadipaten untuk pulang. Ia mengaku sempat meminta izin kepada Ketua DPC PDIP Majalengka Sutrisno untuk bisa membasuh kaki Bu Mega. Cecep bersyukur saat itu Mega mengizinkan untuk dibasuh kakinya.

Sebelumnya, ia sudah menyiapkan air mineral yang masih belum dibuka dan menyiapkan wadahnya. "Saya merasa lega, apa yang dijanjikan dalam jiwa ini bisa kesampaian," ujar Cecep dengan nada bangga.

Pria kelahiran Tomo, Kabupaten Sumedang itu, sebagaimana dikutip sebuah situs berita, mengatakan tidak jijik melakukan hal itu.
Cecep justru bertekad, sebelum meninggal, dirinya ingin membasuh kaki Megawati, lalu air bekas basuhan kaki itu diminum dan dibasuhkan ke wajahnya.
Kini, impian itu kesampaian dan Cecep sangat lega! (wartabuana/tribunnews/suara-islam/twitter)