Download Ebook: Islamofobia, Perang Melawan Islam yang Tidak Dideklarasikan



Islamofobia adalah rasa takut, kebencian, dan permusuhan yang berlebihan terhadap Islam dan Muslim yang diabadikan melalui stereotip negatif yang mengakibatkan bias, diskriminasi, dan marginalisasi serta pengucilan umat Islam dari kehidupan sosial, politik, dan kewarganegaraan.

Para pengidap Islamofobia meyakini bahwa Islam berusaha menggantikan Kristen Barat. Faktor teologi menjadi sumber utama potensi ketakutan Kristen terhadap Muslim sebagai musuh yang mengancam. Hari ini, kelompok sayap kanan merayakan simbiosis Judeo-Kristen yang menjadi fitur utama Barat dalam perang melawan Islam.

Islamofobia bukan sekadar ketakutan. Beberapa orang secara sengaja mengembangkannya dan menggunakannya sebagai strategi politik. Islamofobia tidak terjadi begitu saja. Ia bisa memberikan uang dan kekuasaan kepada orang yang mendapatkan keuntungan atasnya. Islamofobia tidak terjadi secara tiba-tiba. Ia tidak terjadi hanya pasca peristiwa 11 September, namun ia memiliki akar sejarah yang panjang dan mendalam di belakangnya. Peristiwa 11 September, meningkatnya migrasi Muslim ke Barat pada akhir abad ke-20, dan serangan teror di Eropa menjadi pemicu dari sebuah epidemi kebencian terhadap Islam yang mengakar di Barat.

Hari ini, Islam dan Muslim senantiasa mendominasi headline negatif di media mainstream. Serangan teror selalu dialamatkan kepada Islam sebagai tertuduh. Islam dan Muslim selalu dianggap bersalah, sampai terbukti sebaliknya. Islam lebih dipandang sebagai penyebab dibanding sebagai konteks dalam radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Menjadikan Islam sebagai kambing hitam cenderung lebih simple, dibanding mempertimbangkan inti masalah politik dan keluhan yang menggema di dunia Islam, yaitu kegagalan pemerintah di negeri Muslim, kebijakan luar negeri Amerika Serikat, dukungan Barat terhadap rezim otoriter, invasi dan penjajahan di negeri Muslim, atau dukungan terhadap penjajahan Israel di Palestina.

Islamofobia bukanlah fobia, ia adalah cara pengaturan yang bersifat struktural dan didukung oleh negara.

Islamofobia bersifat struktural, karena ia adalah cara berpikir yang hari ini secara formal menginformasikan bagaimana lembaga publik, media mainstream, dan pemerintah memperlakukan umat Islam. Saat ini, kita telah mencapai tahap di mana umat Islam secara keseluruhan dan Islam itu sendiri dianggap sebagai ancaman dan berpotensi menjadi penjahat. Tidak hanya di Inggris dan di Amerika, namun cara pandang tersebut kini diekspor ke belahan dunia lainnya. Dalam istilah akademis, ini disebut “sekuritisasi Islam”, mengacu pada program kontraterorisme yang pada praktiknya mencurigai semua Muslim, berdasarkan pemahaman bahwa setiap muslim berpotensi melakukan kekerasan dan menjadi teroris.

Islamofobia adalah sebuah perang, perang yang tidak dideklarasikan, bersifat tersembunyi, dan tak terucapkan. Namun, jika kita jeli melihat, kita dapat menemukan bahasa kampanye publik terkait perang ini dalam strategi dan kebijakan keamanan di Barat saat ini. Fokusnya adalah pada perang melawan “radikalisasi” yang dipresentasikan sebagai perang melawan Islam “ekstrem”. Namun jika kita menyelidiki cara-cara di mana proyek anti-ekstremis dilakukan secara global, kita melihat bahwa di balik topeng anti-ekstremisme itu sebenarnya adalah perang eksistensial melawan Islam itu sendiri. Timur Tengah dan tempat lain dengan populasi Muslim di Afrika dan Eropa tenggara kini menjadi lokasi penting dalam perang ini. Ini adalah konflik yang akan terus memperluas jangkauannya ke seluruh dunia, dimanapun umat Muslim berada.

Islamofobia bukanlah “fobia”, ia lebih dari sekedar prasangka interpersonal. Ia adalah pemahaman formal dan sistematis tentang Muslim sebagai kriminal; pemahaman bahwa “Muslimness”, “kemusliman”, adalah penyebab kekerasan. Pemahaman ini berarti bahwa hak-hak umat Islam dapat terkikis dan dilanggar tanpa banyak protes dari masyarakat.

Klik di bawah ini untuk download:

Dowload Laporan Syamina: Islamofobia, Perang Melawan Islam yang Tidak Dideklarasikan

Sumber: kiblat.net