Cerita Nusron Wahid Kewalahan Hadapi Santri Mbah Maemun : Benar-benar Militan


Bergabungnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke Sudirman Said dan mencalonkan Ida Fauziyah sebagai calon wakil gubernur, tak membuat Partai Golkar yang mengusung Ganjar-Yasin, menjadi gentar.

Meski basis di PKB adalah warga Nahdliyin, akan tetapi, menurut Ketua Bidang Pemenangan Pemilu wilayah Sumatera-Jawa DPP Partai Golkar, Nusron Wahid saat ditemui di Panti Marhaen, kantor DPD PDI Perjuangan Jateng, Rabu (10/1/2018), warga Nahdliyin tersebar di semua partai politik.


Di sisi lain, Nusron yang juga mantan Anggota DPR RI dari Golkar juga mengingatkan, bahwa santri Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Kabupaten Rembang asuhan KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen jumlahnya ada puluhan ribu yang tersebar di seluruh pelosok Jawa Tengah.

"Mbah Maemun punya santri militan, Gus Yasin itu se Dapil sama saya (Demak-Jepara-Kudus), alumninya itu dulu patungan melawan saya dan Golkar, untuk Gus Yasin. Itu luar biasa kekuatannya, hampir kewalahan saya. Jadi alumni sarang itu militan," tegasnya.

Sementara itu, lanjut mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor ini, hampir semua tokoh-tokoh di Nahdlatul Ulama, maupun tokoh-tokoh di PKB, pernah 'nyantri' atau belajar sama Mbah Moen.

"Hampir semua tokoh NU dan PKB juga belajar sama Mbah Moen, mereka pasti ewuh pekewuh sama Mbah Maemun, lihat saja nanti," tandas Nusron.(*)

Tribunjateng