Bukti Nyata Bahwa Kita Tidak Perlu Impor Beras.. Padi Menguning Di Pandegelang Banten, Petani: Stop Impor Beras,. Kasihanilah Kami


Puluhan hektar sawah di Desa Kadugemblo, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Banten saat ini tengah merayakan panen raya.

Asep Suherman, Ketua Kelompok Tani Bina Karya Desa Kadugemblo ini mengatakan Ia dan 35 anggota lainnya akan panen diatas lahan seluas 25 hektar.

“Sebagian besar sudah mulai panen hari ini,” ujar Asep, Sabtu (14/1).


Kata Asep, petani di desanya kebanyakan menanam bibit padi unggul jenis Ciherang. Namun ada juga yang menanam bibit padi lokal atau kerap disebut oleh warga setempat sebagai KTM. Meski memiliki batang yang lebih tinggi dari padi Ciherang namun KTM lebih tahan terhadap serangan hama wereng.

“Beras KTM tidak seenak Ciherang yang pulen, namun KTM dapat panen dengan hampir tidak terganggu oleh wereng,” sebutnya.

Dari penuturan Asep diketahui saat ini harga gabah kering panen di desanya berkisar antara Rp4.600 - Rp4.800/kg. Dipastikan panen juga akan terus berlanjut hingga akhit Januari 2018 ini.

Terkait pernyataan Kementerian Perdagangan yang akan mengimpor 500.000 ton beras dari Thailan dan Vietnam mendapat kecaman keras dari Asep. Tak sekedar marah namun Asep mengaku sedih dan khawatir saat panen nanti gabahnya tidak laku.

“Kalau inpor nanti saat panen raya gabah banyak harga murah sekali. Saya rugi lagi,” ungkap Asep.

Asep berharap Presiden Joko Widodo kembali mempertimbangkan impor beras tersebut. Ia meminta Jokowi mendukung petani dengan membeli gabahbyang dihasilkan oleh teman-temannya.

“Stop impor beras. Biarkanlah petani menikmati harga GKP yang sedang baik ini, toh tidak terlalu lama lagi. Kasihanilah kami,” tutup Asep.

sumber: rmol