14 Tahun Bersahabat Dengan Mayat, Adi: "Ya yang penting saya percaya sama Allah saja"



Melihat mayat berlumuran darah dengan banyak luka mungkin hal yang dihindari oleh setiap orang. Namun, itu menjadi makanan sehari-hari bagi Supriyadi petugas penjaga kamar mayat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Oleh: Ikhsan Prayogi

Berbagai pengalaman telah dirasakan pria berusia 44 tahun itu. Namun, tugas menyeramkan itu tetap dijalani dengan tekun oleh warga Margahayu, Bekasi ini. Dengan menggunakan pakaian putih dipadukan hitam, dia memulai pekerjaannya dengan cara mengepel. Ruang mayat RSCM pun terlihat bersih.


Darah segar dari jenazah korban pembunuhan dan kecelakaan sering dilihatnya. Rasa mual dan ingin muntah hampir setiap hari dirasakan pria yang akrab disapa Adi itu. "Awalnya saja lihat darah mau mual. Pertama kali itu saya masuk tahun 2003 dan ya pertama takut, mual. Sekarang ya biasa saja," tuturnya santai sambil mengepel, Jumat (5/1).

Pria paruh baya itu menceritakan bagaiamana pekerjaan sehari-hari. Sesuai prosedur untuk jenazah yang datang ke RSCM, kata dia, tidak langsung dibawa ke lantai 2. Karena jenazah itu akan diperiksa terlebih dahulu di lantai 1. Apalagi jenazah tersebut merupakan korban kecelakaan atau pembunuhan.

Saat menaiki tangga dan tiba di lantai dua ada sekitar delapan peti mati yang siap digunakan. Selain itu, terlihat ruang jenazah dan ruang pemandian jenazah. "Biasanya peti mati digunakan kalau dibawa ke luar kota. Namun jika memang biayanya minim bisa menggunakan keranda saja, yang penting sudah ada surat kematiannya," tutur dia kepada JawaPos.com.

Di dalam ruang jenazah berisi sembilan buah peti jenazah dan empat buah freezer khusus untuk mengawetkan jenazah. "Ini kan ada C, D, E, dan F. Masing-masing berisi tiga slot. Nah isinya ada di papan itu. Sedangkan untuk A dan B ada di bawah," kata Adi sambil menunjuk papan tulis kecil dan tertulis empat jenazah di dalamnya.

Ketika JawaPos.com turun, ada satu jenazah terlihat sudah siap dimandikan di lantai 1. Adi kemudian bergegas untuk melaksanakan tugasnya. Beberapa rekannya, yang menggunakan pakaian berwarna hijau dan celemek plastik berwarna putih langsung memandikan jenazah yang meninggal dunia karena sakit itu.

Sebelum memandikan jenazah, Adi dan dua dua petugas lainnya menyiapkan kain kafan untuk membungkus jenazah dan menaburi serbuk berwana coklat dan putih. "Itu yang bubuk ditaburin warna coklat serbuk kayu cendana, serbuk kayu itu biar wangi aja. Selain itu dikasih kamper juga," ujarnya.

Meski sudah 14 tahun mengabdi, Adi merasa dirinya tidak pernah diganggu oleh hal-hal mistis. Seperti penampakan atau gangguan makhluk halus lainnya. Dirinya merasa baik-baik saja ketika bekerja di sana.

"Ya yang penting saya percaya sama Allah saja. Lagi pula ruang selalu di dibersihkan juga. Jadi jenazahnya berterima kasih sama Adi," tuturnya sambil ke tawa.

Kamar mayat RSCM bukan hanya tempat penyimpanan jenazah. Melainkan ada ruangan yang digunakan untuk melakukan workshop jenazah. Hal tersebut dianggap biasa saja oleh adi. "Nanti peti yang ada di luar ini di masukin ke dalam ruang jenazah. Kemudian nanti para calon dokter akan belajar di ruangan ini (ruangan di luar kamar jenazah lantai dua)," katanya sambil menaruh beberapa barang.

Jika ingin mengunjungi ruang jenazah di rumah sakit tersebut berada di bagian ujung sebelah timur rumah sakit. Apabila melihat denah di depan ruang instalasi gawat darurat, maka akan ditunjukkan pada huruf A7 dan berdekatan dengan kantor RSCM. Apabila kesulitan mencarinya, letak ruang jenazah tepat berada di belakang Ruangan Ibu dan Anak RSCM. Kemudian masuk lorong lalu belok ke sebelah kanan.

(ipy/JPC)