Ledakan di supermarket Perekrostok di St. Petersburg Rusia! Kemenlu: Tidak Ada WNI Jadi Korban



Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa tidak ada laporan warga negara Indonesia yang menjadi korban ledakan di supermarket Perekrostok di St. Petersburg, Rusia.

Melalui akun Twitter resminya, Kemlu RI menyatakan bahwa KBRI Moskow terus memantau perkembangan situasi setelah peristiwa ledakan tersebut dan telah menghubungi WNI atau mahasiswa Indonesia yang berada di St. Petersburg untuk berhati-hati.  "Tidak ada warga Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut," demikian Kemlu RI pada Kamis (28/12).

Ledakan terjadi di sebuah supermarket di St. Petersburg, Rusia, pada Rabu (27/12) malam waktu setempat. Sebanyak 10 pengunjung di dalam supermarket Perekrestok itu dilaporkan terluka.

Ledakan tersebut berasal dari sebuah bom rakitan yang dikemas dengan beberapa keping logam. Kekuatannya setara 200 gram TNT. Pihak kepolisian setempat menjadikan ledakan ini kasus pidana dengan dasar percobaan pembunuhan.

Tidak ada korban tewas dari ledakan tersebut. Polisi belum mengetahui motif serangan itu.

Media Rusia melaporkan, bom disembunyikan di loker tempat pembeli meletakkan barang-barang bawaan di jaringan supermarket Perekrestok. "Semua kemungkinan dari apa yang telah terjadi ini sedang diselidiki," tutur Kepala Komite Investigasi St. Petersburg, Alexander Klaus, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (28/12).

Klaus mengatakan, hingga saat ini sudah ada 10 orang yang dibawa ke rumah sakit akibat terluka. "Nyawa orang-orang yang terluka saat ini dalam kondisi tidak terancam," katanya.

Sementara itu investigasi masih dilakukan oleh otoritas setempat. KBRI Moskow membuka hotline bagi WNI yang membutuhkan informasi di nomer +79256765415 atau +79286900067.

republika.co.id