Klaim NKRI dan berjiwa Pancasilais, hanyalah kemunafikan dan kebohongan publik! Giat mencerdaskan kehidupan umat UAS Lebih Pancasilais


Klaim bahwa mereka yang berkuasa adalah pihak yang loyal pada NKRI dan berjiwa Pancasilais, hanyalah kemunafikan juga kebohongan publik. "Bagaimana mungkin disebut Pancasilais dan cinta NKRI, wong terbukti gemar menjual aset-aset negara, doyan ngutang luar negeri, bersikap diskriminasi serta ingkar janji," begitu Ketua Progres 98, Faizal Assegaf mengkritisi.

Bila bercermin dari kepemimpinan presiden Joko Widodo dan merujuk pada jejak rekam Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, menurut Faizal, jelas sekali sangat tidak negarawan.

Sebaliknya, lanjut dia, ulama seperti ustadz Abdul Somad yang berada di luar kekuasaan, terbukti jauh lebih menghayati Pancasila, teguh membela kepentingan negara dan giat mencerdaskan kehidupan umat.

"Sangat disayangkan stad Somad menjadi korban persekusi dan penistaan secara semena-mena, lantaran memilih jalan hidup yang bermartabat dan konsisten bersuara kritis," imbuhnya.

Faizal pun berandai ulama tersohor itu menjalin kemesraan dengan Istana, maka sudah pasti dinobatkan sebagai tokoh toleran dan disebut Pancasilais.

Tapi jalan kemunafikan itu ditolak oleh ustadz Abdul Somad sehingga membuat umat bangga padanya. Kerendahan hati dan kecemerlangan yang terpancar dari ustad Somad memberi contoh dan sekaligus koreksi atas perilaku penguasa dan elite partai," ucap Faizal lebih lanjut kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (28/12).

Faizan pun menyarankan sebaiknya Jokowi dan Megawati tak perlu repot-repot blusukan ke selokan untuk meraih pencitraan palsu. Ikut saja cara Bung Karno. Walau dekat PKI, Bung Karno juga bersahabat dengan ulama seperti Natsir dan Buya Hamka yang justru kerap mengkritiknya.

"Saya kira ustad Abdul Somad sudah punya racikan spiritual untuk membimbing Jokowi dan Megawati ke jalan yang benar. Itulah sejatinya tugas ulama. Bukan seperti rohaniwan bermental ABS (asal bapak senang), bisikan mereka membuat penguasa bertindak zalim pada rakyat," cetusnya.

Sumber: rmol