Haha, Dibujuk Rayu Isr43l tapi Nggak Mempan! Menlu Jepang: Jepang Tak Akan Pindahkan Kedubes Ke Y3rus4lem


 Presiden Israel Reuven Rivlin meminta Jepang untuk menekan Otoritas Palestina agar menerima keputusan Presiden AS Donald Trump terkait Yerusalem.

Saluran 7 Israel melaporkan pada Senin (25/12/2017), bahwa Rivlin kemarin menyambut Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono, dalam kunjungan resminya yang pertama ke Israel. Ia memuji pentingnya membangun hubungan yang kuat antara kedua negara.

“Saya tahu hubungan baik antara orang-orang Anda, dan pengaruh yang Anda miliki dengan orang-orang Palestina,” kata Rivlin dalam pertemuannya dengan Kono di kediamannya di Yerusalem.

“Mereka harus mengerti bahwa kita ada di sini, bahwa orang-orang Yahudi telah kembali ke tanah air kita,” tambahnya, sembari menekankan bahwa tidak ada tanah air lain bagi orang-orang Yahudi kecuali Negara Israel, tanah Israel.

“Bagi kami, Tokyo adalah satu-satunya ibu kota Jepang, dan Yerusalem adalah ibu kota Negara Israel,” kata Presiden Israel.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pejabat juga sepakat untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antara kedua negara.

 Menlu Jepang: Jepang Tak Akan Pindahkan Kedubes Ke Yerusalem

 Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Taro Kano, menegaskan bahwa Jepang tidak akan memindahkan kedutaannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pejabat Jepang tersebut mengatakan bahwa Jepang menganggap Yerusalem sebagai salah satu masalah status akhir yang perlu diselesaikan melalui perundingan langsung.

Jepang kembali mendukung untuk solusi dua negara dan kebutuhan untuk mengaktifkan kembali usaha perundingan di antara Israel dan Palestina.

Selain itu, Taro menyuarakan penghargaan atas upaya Yordania untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah.

Menanggapi hal tersebut, Yordania menyambut baik peran Jepang dalam menangani krisis regional dan dukungannya untuk upaya perdamaian.

“Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem melanggar hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata pejabat Yordania pada Rabu (27/12/2017) kemarin.

Ia menyerukan upaya intensif pada tingkat internasional untuk memfasilitasi solusi dua negara yang menjamin terciptanya negara merdeka Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem timur sebagai ibukotanya.

Perdana Menteri Yordania Hani Mulki mengatakan dalam pertemuannya dengan menteri luar negeri Jepang yang berkunjung bahwa keputusan Trump tidak berlaku dan bertentangan dengan hukum internasional.

Sumber: Islampos