Disebut Dakwahnya Menghasilkan Umat Berinngas Oleh Zulfikar, Begini Komentas Bijak Ustadz Somad!






Kasus Zulfikar Akbar, eks wartawan TopSkor, terkait cuitannya soal Ustaz Abdul Somad masih ramai di twitter. Cuitan yang berujung mundurnya Zulfikar dari TopSkor ini memang sempat panas beberapa hari lalu.

Zulfikar yang memiliki ribuan followers berkicau menyoal penolakan Somad di Hong Kong. Zulfikar juga sempat menyinggung perihal umat yang beringas. Belakangan dia meminta maaf atas segala kicauannya.

Tapi nasi sudah menjadi bubur, Zulfikar kehilangan pekerjaan karena cuitan itu.

Lalu bagaimana respons Ustaz Somad atas kasus Zulfikar?

"Saya pribadi memaafkan orang-orang yang mencaci maki di internet. Nabi Muhammad saja dihina dicaci itu sudah bunga-bunga dakwah begitu," kata Somad usai mengisi ceramah di Gedung Sarana Jaya, Gambir, Jakarta, Kamis (29/12).

Saya pribadi memaafkan orang yang mencaci maki, mengejek, mengolok-olok. Doa saya berikan agar mereka mendapat hidayah ya Allah, berikan anak cucu mereka orang-orang yang bersuci mentauhidkan-Mu itu saja. Saya serahkan kepada Allah SWT

Ustaz Abdul Somad

Somad menjelaskan, ada persoalan lain yang lebih penting dari sekadar mengurusi perdebatan caci maki di internet.

"Banyak beban kita yang lain, beban kita melawan kebodohan, kemiskinan. Saya tiap 6 bulan sekali masuk ke pedalaman ke hutan untuk mengantarkan bantuan-bantuan untuk saudara-saudara kita, nanti masuk (hutan) bulan Februari. Habis energi kita membahas ejekan orang, mencaci maki," urai dia.

Bagaimana dengan isu agar boikot TopSkor?

"Masalah ada di pimpinan perusahaan untuk memberikan efek jera, itu terserah mereka, itu hak dia. Tapi saya pribadi kalau mau update status yang bermanfaat, bagi yang selalu mengejek-ejek, saya selalu sampaikan ke jemaah jangan habiskan energi untuk itu. Setiap ada isu langsung saya klarifikasi satu update status di FB resmi saya Ustaz Abdul Somad. Jangan habis sampai kelahi di situ, sama seperti menguras air laut itu, tidak pernah kering. Habis energi kita, lama-lama hape dibanting hancur," tutur ulama berusia 40 tahun pakar hadist dan fikih ini.

Somad sekali lagi mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan masyarakat yang kekurangan.

"Saya fokus yang ada di pikiran saya bagaimana membawa bantuan untuk menyelesaikan, sekarang fokus pada pembangunan masjid, musala dengan sekolah pendidikan Alquran untuk anak-anak tertinggal. Tidak ada signal sama sekali di sana. Sebagai gambaran 5 jam jalan darat, 7 jam jalan air naik perahu sampan," cerita ulama yang dikenal lugas dan cerdas sehingga menarik banyak jemaah ini. 

Sumber: kumparan