Astaghfirullah! di Daerah Ini Eljibiti Marak, Ayah ‘Main’ dengan Anak, Dosen dengan Mahasiswa! Polres dapat melakukan penindakan jika ...


Hubungan sesama jenis tak hanya terjadi pada sesama anggota komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender  atau LGBT. Tapi juga suda menjalar ke lingkungan keluarga.

Hal ini terjadi di Sumatera Barat (Sumbar). Seks sesama jenis, seperti lelaki seks lelaki (LSL) terjadi antara ayah dan anak, guru dan murid, bahkan dosen dan mahasiswa.

Hal itu diungkapkan dokter Spesialis di Poliklinik HIV RSUP Dr M Djamil, dr Armen Ahmad, SpPD KPTI FINASIM. Ia menegaskan, gay dapat ditemukan di semua kalangan di Sumbar, termasuk dalam keluarga.

Dari keterangan para pasien pengidap HIV/AIDS yang mengaku LGBT yang datang berobat kepadanya.

“Dalam hubungan sosial apa saja ada. Bahkan ayah dengan anaknya, mamak dan kemenakan, dosen dan mahasiswa, guru dan murid, saudara sepupuan, semuanya ada. Datang pada saya untuk berobat HIV/AIDS dan mengaku pernah berhubungan LSL,” ucap Armen, seperti dilansir Harian Haluan, Rabu (27/12/2017).

Armen memaparkan, pola penyebaran perilaku di kalangan LGBT sangat liar dan kadang menggunakan metode-metode yang tak pernah dibayangkan oleh orang normal.

Kedok-kedok seperti seminar keilmuan, pesta, bimbingan proposal, dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan kantor dan pemerintahan, menjadi peluang-peluang penyebaran tersebut.

Menurut Armen,Eljibiti  khususnya LSL bisa mendeteksi siapa lelaki yang mungkin bisa ia ajak untuk berhubungan.

“Awalnya dia memberi tatapan yang aneh, jika direspon baik, dia ajak bercerita, direspon baik lagi, diajak keluar atau makan, dan begitu terus sampai targetnya ini masuk dalam perangkap dan menjadi LSL baru,” pungkasnya.

Grup LGBT Muncul di Medsos, Warga Resah

Munculnya sejumlah akun di media sosial Facebook yang mengatasnamakan grup LGBT, mulai meresahkan netizen di Kota Bukittinggi.

Bagaimana tidak, grup LGBT tersebut itu memuat sejumlah status yang tidak senonoh yang mendapat tanggapan negatif dari netizen, khususnya warga Kota Bukittinggi.

Jumlah netizen yang tergabung dalam grup ini dari pantauan melalui akun Facebook mencapai ratusan orang.

Sejumlah warga Bukittinggi yang mulai resah dengan munculnya grup tersebut membagikan grup LGBT ini ke grup Kaba Bukittinggi dengan tujuan Pemko Bukittinggi dan pihak Kepolisian mengambil tindakan. Karena hal ini akan menimbulkan ketidaknyamanan, saat kaum yang dinilai memiliki permasalahan seksual itu meresahkan.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Arly Jembar Jumhana mengatakan, siapa pun yang pro terhadap hubungan sesama jenis bertentangan dengan Pancasila yang merupakan norma dasar Negara Republik Indonesia.

“Apabila terdapat tindakan yang secara nyata melakukan hubungan di luar batas kewajaran seperti kasus pesta seks gay di sebuah Gymnastic Jakarta beberapa waktu lalu, barulah Polres Bukittinggi dapat melakukan penindakan,” jelasnya, Kamis (21/12).

Arly Jembar Jumhana meminta masyarakat apabila menemukan perilaku LGBT yang meresahkan agar segera melaporkan pada Mapolres Bukittinggi, sehingga pelakunya dapat diamankan, dilanjutkan dengan penyelidikan.

“Cara bertindak yang dipakai Polres Bukittinggi untuk melakukan pengungkapan sifatnya rahasia, terutama dalam memantau grup LGBT yang ada di Facebook ini dan kepada masyarakat juga harus waspada, mengingatkan anak dan saudara untuk tidak ikut bergabung dalam grup yang meresahkan itu,” tukasnya.

Arly Jembar Jumhana menambahkan, LGBT menjadi fenomena di tengah-tengah masyarakat yang harus diwaspadai, terutama Indonesia yang merupakan negara hukum.

Begitu juga di Bukittinggi yang terkenal dengan aturan adat istiadat, yang mengacu pada filosofi Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), dan jelas melarang keberadaan LGBT.

sumber: fajar