ALLAHU AKBAR.. Yerusalem DIREBUT dari Palestina, Cuaca Ekstrim Terjadi di AS dan Israel


Menteri Pertanian Israel Uri Ariel memimpin doa bersama dengan sejumlah pemimpin agama di Tembok Ratapan Yerusalem.

Ariel yang merupakan pemeluk Yahudi Orthodox memimpin doa untuk menyudahi kekeraingan di Israel yang menyebabkan krisis air. Langkah tersebut dilakukan untuk meminta hujan.

Pasalnya, empat tahun terakhir, wilayah Israel dilanda kemarau panjang yang berdampak pada sejumlah aspek kehidupan. Terlebih lagi, sebagian besar masyarakat bergantung pada pertanian dan berharap tanaman mereka mendapatkan air.

“Kami secara signifikan berupaya menurunkan biaya air. Kami melakukan penelitian tentang cara menghemat air pada tanaman yang berbeda. Doa pasti
bisa membantu,” tutur Ariel, seperti dilansir detik.com.

Sebenarnya pemerintah setempat telah mencoba melakukan berbagai cara untuk mengatasi kekeringan. Mulai dari membangun pabrik desalinasi air laut, menanam tanaman pangan yang tidak membutuhkan banyak asupan air, serta kebijakan pembagian air.

Namun, cara-cara tersebut tak banyak mengubah krisis air yang terjadi di Israel. Untuk itu, Ariel pun memilih doa sebagai solusi.

Berbeda jauh dengan Israel yang mengalami kekeringan, suhu udara di Amerika Serikat berubah menjadi sangat dingin. Salah satunya adalah di New York.

Dalam foto yang beredar, jalanan New York tertutup salju tebal. Bahkan, suhu udara disebut-sebut bisa menurun hingga minus 35 derajat.

Selain New York, Pennsylvania juga mengalami hal serupa. Tumpukan salju di wilayah ini menggunung dan hampir menutupi rambu lalu lintas yang ada. Tumpukan salju ini diperkirakan setinggi 1,5 meter.

Cuaca ekstrim yang menimpa AS dan Israel terjadi tepat setelah AS mengklaim Yerusalem sebagai Ibukota Israel.

Meski saat ini AS dan Israel kalah voting di PBB, namun AS berkeras memindahkan kedutaan AS untuk Israel ke Yerusalem.

Benarkah cuaca yang dialami AS dan Israel terkait dengan Yerusalem dan Palestina?

Allahu'alam.

Portal-islam