Ade Armando Harus Dipenjara Biar Tak Posting Ujaran Kebencian Lagi


Keisengan Pegiat Media Sosial, Ade Armando saat memposting foto Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab menggunakan pakaian santa claus berbuntut panjang.

Akibatnya, dia dipolisikan anak murid Habib Rizieq, Ratih Puspa Nusanti, FPI dan Bang Japar. Padahal, Ade Armando sudah mengklarifikasi kalau postingan tersebut hoax.

"Dilaporkan karena dia ikut menyebarkan," kata anggota Lembaga Bantuan FPI Mirza Zulkarnaen di Jakarta, Minggu (31/12/2017).

Mirza pun enggan menanggapi klarifikasi Dosen Universitas Indonesia itu. Sebab kalau Ade sudah tahu foto itu hoax, seharusnya foto rekayasa itu tidak diunggah kepada publik, tetapi melalui pesan pribadi.

Sementara itu, Direktur LBH Bang Japar Juju Purwantoro menuturkan, pelaporan itu untuk menegaskan sanksi hukuman terhadap Ade yang kini tengah berstatus tersangka. Juju mempertanyakan tindakan polisi yang tidak kunjung menahan Ade meski telah ditetapkan sebagai tersangka sejak September 2017.

Ade kembali menyandang status tersangka usai kalah dalam sidang praperadilan atas dugaan kasus penistaan agama.

"Kami harap polisi bisa bersikap tegas agar Ade segera ditahan agar tidak kembali mengulangi perbuatannya," timpal Juju.

Dalam pelaporan itu, para pelapor menyerahkan barang bukti berupa sejumlah screenshot berisi unggahan Ade di akun Facebooknya. Pelapor juga membawa enam saksi dalam pelaporan tersebut. Laporan itu terdaftar dalam Laporan Polisi bernomor LP/XII/2017/BARESKRIM tertanggal 30 Desember 2017.

Ade disangkakan melanggar Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 156 KUHP.

Ade dilaporkan karena unggahan di akun Facebooknya pada tanggal 20 Desember 2017 memperlihatkan gambar pimpinan FPI Rizieq Shihab dan beberapa orang lain menggunakan topi Sinterklas dengan tulisan 'Parade Natal, 25 12, lokasi: Bundaran HI dan Monas'. Namun dalam captionnya, Ade menuliskan 'ini hoax ya'.

Beberapa hari setelahnya, dia kembali dipolisikan lantaran diduga menghina agama Islam dengan mengomentari hadis nabi. Melalui akun Facebooknya dia menulis:

"Hampir pasti isi hadis tidak persis sama dengan apa yang diucapkan dan dilakukan oleh Nabi Muhammad" dan "Yang Suci itu Al Qur'an, Hadis mah kagak!"

Mirza mengatakan, Ade ikut menyebarkan foto tersebut dengan sengaja meski dosen Universitas Indonesia itu awalnya bermaksud untuk mengklarifikasi foto hoax tersebut. Menurut Mirza, jika Ade bertujuan untuk mengklarifikasi, seharusnya foto rekayasa itu tidak diunggah kepada publik, tetapi melalui pesan pribadi.

Sumber: Kricom