Skip to main content

Untuk Kawan-kawan Mahasiswa: KETAHUILAH APA DAN SIAPA MEREKA YANG BERADA DI LINGKARAN KEKUASAAN SAAT INI....!!!


Jika hari ini kawan-kawan aksi meng-atas nama-kan rakyat....
Ketahuilah mereka yang berada di lingkaran kekuasaan saat ini, dari dulu mereka lebih lantang mengaku atas nama rakyat...

Jika hari ini kawan-kawan aksi menuntut turunnya harga harga...
Ketahuilah mereka yang berada di lingkaran kekuasaan saat ini, dari dulu mereka paling sering menuntut itu pula...

Jika hari ini kawan-kawan aksi dengan jargon jargon patriotisme...
Ketahuilah mereka yang berada di lingkaran kekuasaan saat ini, dari dulu mereka lebih heroik meneriakkannya...

Jika hari ini kawan-kawan aksi mengancam lengserkan rezim yang berkuasa...
ketahuilah mereka yang berada di lingkaran kekuasaan saat ini, dari dulu mereka paling handal memainkan isyu itu...

Bahkan...
Jika hari ini kawan-kawan aksi dengan kekerasan sekalipun...
Ketahuilah mereka yang berada di lingkaran kekuasaan saat ini, dari dulu mereka spesialis akan hal itu...

Lantas...
Kenapa kawan-kawan mahasiswa masih saja melakukan pengulangan-pengulangan, yang dari dulu memang sudah dilakukan oleh mereka yang berada di lingkaran kekuasaan istana saat ini...
Hingga keadaan negeri ini masih sama saja....
------------------------------------------------------------------------------------
Negeri ini memang sudah lama merdeka secara fisik dari penjajahan, namun ideologi penjajah masih terus diterapkan dinegeri ini....
Kapitalisme Sekulerisme Demokrasi Liberalisme dengan bumbu-bumbu Sosialisme masih bercokol kuat dinegeri ini...
Sudah Saatnya....
Kawan-kawan Mahasiswa mengganti seruan seruan perubahannya selama ini...
Dengan mengusung Ideologi Islam....
Berjuang Menerapkan Syariah...
Berjuang Menegakkan Khilafah...
Menuju Islam Rahmatan Lil 'Alamin...
#Syariah #Khilafah #Islam #RahmatanLilAlamin

Oleh: Pepei Dwipangga

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…