Skip to main content

Umat Islam Antusias dan Ramaikan Safari Dakwah Umi Irena Handono di Bali


wartaktual.info – Kedatangan Ustadzah Umi Hj Irena Handono ke Bali memang sangat ditunggu-tunggu oleh warga Muslim yang tinggal di Pulau Bali. Buktinya saat kunjungan safari dakwah Umi Hj Irena Handono ke Masjid Baitul Makmur Jalan Gunung Merbuk, Denpasar-Bali pada Sabtu (14/1) 2017 terlihat ratusan warga Muslim Bali berbondong-bondong memadati areal Aula Masjid bada shalat Ashar.

Para jamaah yang mengikuti tausiah Umi Hj Irena Handono didominasi oleh kaum hawa. Para jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Denpasar saja, bahkan ada yang datang dari Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, dan Kabupaten Karangasem.

Dalam agenda safari dakwah di Masjid Baitul Makmur, Umi Hj Irena Handono menyampaikan materi berjudul ‘Kebangkitan Umat’.

Bagi yang belum kenal, Umi Irena Handono merupakan mantan biarawati. Sebelumnya Umi Hj Irena Handono merupakan pemeluk Agama Katholik. Sebelum memeluk Islam, ia pernah menjadi Ketua Legio Maria. Beliau hijrah menjadi seorang Muallaf pada tahun 1983 saat membaca Surat Al-Ikhlas saat menjadi seorang Biarawati. Ia berikrar menjadi seorang Muslimah di Masjid Al-Fallah Surabaya di hadapan KH Misbach (Ketua MUI saat itu).

Sosok Umi Hj Irena begitu low profil sehingga banyak umat muslim yang tertarik mengikuti kajian yang beliau adakan. Suasana Aula Masjid Baitul Makmur begitu sesak saat beliau hadir di sana. Bahkan ada yang rela berdiri karena tidak bisa memasuki Aula Masjid Baitul Makmur.

Safari Dakwah Umi Hj Irena Handono tidak berhenti sampai disana. Hari Ahad, (15/1) 2017 beliau akan mengisi kajian khusus kaum Hawa di Masjid Muhammad berlokasi di Jalan Imam Bonjol Denpasar dengan mengangkat tema ‘Penguatan Akidah dalam Keluarga’.

Kemudian dilanjutkan di Aula Kampus STIKOM bada shalat Ashar. Kajian Di Kampus STIKOM mengangkat tema ‘Pembentengan Akidah Generasi Muda Muslim’.

Salah satu jamaah yang hadir dalam agenda safari dakwah Umi Hj Irena Handono, Kiki Fatmanila berujar bahwa kegiatan safari dakwah beliau sangatlah menarik anak muda khususnya yang ingin lebih dekat dengan Islam.

“Tausiah yang disampaikan sangat bermanfaat bagi saya pribadi, mudah-mudahan setelah mengikuti kajian ini saya bisa menjadi seorang Muslimah yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Kegiatan Safari Dakwah Umi Hj Irena Handono terselenggara atas kerjasama berbagai organisasi dan komunitas di Bali seperti Hijabers Mom Community (HMC) Bali, Lingkar Peradaban, Muslimat NU, dan MTP IPMI.

Sumber : PanjiMas

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…